Masuk
Rasio NewsRasio NewsRasio News
  • Home
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • TNI – Polri
  • Yudikatif
  • Lebih
    • Bisnis
    • Teknologi
    • Hukum
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Edukasi
    • Seputar Desa
    • Advertorial
    • E-Paper
Reading: Mengandalkan Magnet Jokowi, Mampukah PSI Berdiri dengan Kaki Sendiri?
Share
Rasio NewsRasio News
  • Home
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Yudikatif
  • TNI – Polri
  • Seputar Desa
  • Advertorial
  • E-Paper
Search
  • Home
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • TNI – Polri
  • Yudikatif
  • Lebih
    • Bisnis
    • Teknologi
    • Hukum
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Edukasi
    • Seputar Desa
    • Advertorial
    • E-Paper
Sudah punya akun? Masuk
Follow US
Rasio News > Berita > Politik > Mengandalkan Magnet Jokowi, Mampukah PSI Berdiri dengan Kaki Sendiri?
Politik

Mengandalkan Magnet Jokowi, Mampukah PSI Berdiri dengan Kaki Sendiri?

Terakhir diperbarui: 6 Februari 2026 21:32
Reporter Redaksi Diposting 6 Februari 2026
Share
IMG 20260206 WA0106
SHARE

 

Ditulis oleh Kefas Hervin Devananda – Mantan Caleg PSI untuk DPRD Provinsi Jawa Barat Dapil 8

Bogor ll rasionews.com ll  Dalam dunia politik, kekuatan figur sering kali menjadi energi yang mampu menggerakkan gelombang dukungan publik secara masif. Karisma seorang pemimpin dapat menjadi simbol harapan, legitimasi moral, bahkan fondasi kemenangan elektoral. Namun, sejarah politik juga berulang kali menunjukkan bahwa partai yang terlalu bergantung pada satu figur berisiko kehilangan daya tahan ideologis ketika momentum personal tersebut mulai meredup. Di titik inilah kedewasaan sebuah partai diuji: apakah ia mampu menjadikan figur sebagai inspirasi, atau justru menjadikannya satu-satunya tiang penyangga eksistensi politik.

Fenomena tersebut mengemuka setelah instruksi Ketua Harian , , yang meminta seluruh kader partai secara aktif memproduksi konten positif tentang di media sosial. Instruksi itu sekaligus menegaskan arah komunikasi politik partai yang menempatkan Jokowi sebagai figur utama dan panutan partai. Langkah tersebut secara organisasi merupakan strategi politik yang sah, tetapi tetap membuka ruang refleksi kritis tentang arah kemandirian gagasan dan masa depan kelembagaan partai.

Tidak dapat disangkal, selama satu dekade memimpin Indonesia (2014–2024), Joko Widodo meninggalkan jejak kebijakan yang cukup kuat dalam pembangunan nasional. Pemerintahannya dikenal luas melalui percepatan pembangunan infrastruktur, termasuk ribuan kilometer jalan tol, pengembangan bandara, pelabuhan, serta transportasi massal di berbagai kota besar. Infrastruktur tersebut berperan penting dalam memperkuat konektivitas wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain pembangunan fisik, pemerintahan Jokowi juga mendorong reformasi layanan publik melalui digitalisasi birokrasi dan penyederhanaan sistem perizinan investasi. Dalam sektor ekonomi, kebijakan hilirisasi sumber daya alam menjadi strategi besar untuk meningkatkan nilai tambah industri nasional, khususnya dalam pengolahan mineral strategis seperti nikel. Program perlindungan sosial seperti Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, serta berbagai bantuan sosial menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan masyarakat terhadap tekanan ekonomi.

Baca Juga:  FORMAT AKHLAQUL KARIMAH Kelurahan Sangiang Jaya Gelar Acara Pengajian Bulanan.

Kepemimpinan Jokowi juga diuji saat Indonesia menghadapi pandemi COVID-19. Pemerintah menjalankan program vaksinasi nasional dalam skala besar serta menjaga stabilitas ekonomi di tengah krisis global. Berbagai survei nasional menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Jokowi selama menjabat berada dalam kategori tinggi, bahkan sering kali melampaui angka 70 persen. Pasca tidak lagi menjabat, pengaruh elektoral Jokowi masih dinilai memiliki daya magnet politik yang kuat dalam dinamika politik nasional.

Namun justru karena besarnya pengaruh tersebut, muncul pertanyaan kritis mengenai arah konsolidasi politik PSI yang terlihat sangat bertumpu pada figur Jokowi. Dalam praktik demokrasi modern, partai politik idealnya dibangun di atas fondasi gagasan, platform kebijakan, serta sistem kaderisasi yang berkelanjutan. Ketika partai terlalu menitikberatkan pada figur tertentu, risiko yang muncul adalah melemahnya identitas ideologis partai serta ketergantungan terhadap popularitas personal.

Kondisi tersebut semakin kompleks karena dukungan terhadap PSI juga banyak bersandar pada jaringan relawan politik yang dikenal militan dalam mengawal figur Jokowi. Militansi relawan memang menjadi kekuatan mobilisasi opini publik yang efektif, terutama dalam ruang digital. Namun loyalitas relawan pada dasarnya bersifat personalistik dan tidak selalu terintegrasi dalam sistem kaderisasi partai yang berkelanjutan.

Ketergantungan pada basis relawan figuratif berpotensi menciptakan kerentanan struktural. Loyalitas yang berorientasi individu dapat menyulitkan partai dalam membangun fondasi organisasi yang stabil. Militansi relawan sangat efektif dalam momentum elektoral, tetapi belum tentu mampu menjadi motor pengembangan ideologi, riset kebijakan, dan regenerasi kepemimpinan.

Di sisi lain, pendekatan politik yang terlalu berpusat pada figur populer juga berpotensi menghambat inovasi gagasan. Partai politik sejatinya merupakan ruang produksi ide, perumusan kebijakan publik, serta laboratorium kader kepemimpinan masa depan. Jika partai terlalu larut dalam bayang-bayang figur sentral, potensi lahirnya pemimpin baru dari internal partai dapat terhambat.

Baca Juga:  Ini Kata Marsel, Kita Akan Segel Bawaslu Apabila ASN Politik Praktis Mandul Proses Penyidiknya

Publik Indonesia saat ini juga semakin rasional dalam menilai partai politik. Masyarakat tidak lagi hanya melihat siapa yang didukung, tetapi juga menilai kualitas gagasan dan solusi konkret terhadap persoalan aktual seperti ketimpangan ekonomi, reformasi hukum, lapangan kerja, hingga dampak transformasi teknologi terhadap kehidupan sosial.

Instruksi narasi politik yang bersifat seragam kepada kader juga berpotensi mempersempit ruang dialektika internal partai. Demokrasi internal yang sehat justru membutuhkan ruang kritik konstruktif, evaluasi kebijakan, serta pertukaran gagasan sebagai bagian dari proses pendewasaan organisasi. Tanpa ruang tersebut, partai berisiko kehilangan kemampuan adaptasi terhadap perubahan sosial-politik yang bergerak cepat.

Otokritik terhadap arah strategi PSI bukan dimaksudkan sebagai bentuk delegitimasi politik, melainkan sebagai pengingat bahwa partai politik yang matang harus mampu menyeimbangkan penghormatan terhadap figur nasional dengan pembangunan identitas politik yang mandiri. Mengintegrasikan warisan kepemimpinan Jokowi dengan penguatan platform kebijakan berbasis riset, kaderisasi kepemimpinan, serta inovasi program sosial-ekonomi dapat menjadi strategi yang lebih berkelanjutan.

Pada akhirnya, kualitas demokrasi Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kompetisi antar partai, tetapi juga oleh kemampuan partai dalam mengelola pengaruh figur, militansi relawan, serta kemandirian gagasan. Partai yang hanya bertumpu pada popularitas tokoh berisiko menjadi kendaraan politik sesaat. Sebaliknya, partai yang mampu melahirkan ide besar, kader berkualitas, dan visi jangka panjang berpeluang menjadi institusi demokrasi yang kokoh, melampaui pergantian figur dan dinamika kekuasaan.

Magnet figur memang dapat menjadi pintu masuk penguatan partai. Namun pertanyaan besarnya tetap menggantung: ketika magnet itu suatu saat memudar, mampukah PSI benar-benar berdiri dengan kaki sendiri?

Bagikan Berita Ini
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Apa Reaksi Anda?
Suka0
Galau0
Kocak0
Terkejut0
Emosi0
BERITA SEBELUMNYA IMG 20260206 WA0088 Satgas Saber Aktifkan Hotline Aduan Jelang HBKN 2026, Catat Nomernya Disini?
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Silakan Pilih Rating!

- Advertisement -

Berita Populer

WhatsApp Image 2026 02 03 at 10.49.44
NasionalPemerintahan
Sehari 70 Ton Aspal, Lubang Pantura Batang–Pemalang Dikebut
3 Februari 2026 162 Views
IMG 20260131 WA0093
Nasional
Retret PWI Hari Ketiga, PWI Banten Ikuti Pembekalan Menhan dan Outbound Bela Negara
31 Januari 2026 18 Views
Screenshot 20260202 202931
Nasional
Sengketa Tanah Jalan Trumtum, Kuasa Hukum Suroti Soroti Sikap Pemkot Pekalongan
2 Februari 2026 17 Views
IMG 20260131 WA0104
Nasional
KETUM PITI Dr Ipong Hembing Putra : PITI Diduga “Dikubur”, Lewat Jalur Administrasi
31 Januari 2026 14 Views
IMG 20260203 WA0093
Nasional
Bukan Injil yang Kehilangan Kuasa, Tapi Kita yang Kehabisan Api
3 Februari 2026 11 Views
IMG 20260203 WA0053
Nasional
Perkara Lama Baru Bergerak, Oknum Kades Dungun Akhirnya Jadi Tersangka Dugaan Perzinaan
3 Februari 2026 11 Views
Jasa Pembuatan Website Berita
Jasa Website Jogja
Jasa Backdrop Event Jogja
Jasa Backdrop Jogja

Pendidikan

Satu Kegiatan Dua Mata Anggaran, Dugaan Penyimpangan TRK SMPN 2 Kelapa Dua Mencuat
28 Januari 2026 24 Views
Proyek Konstruksi SMPN 2 Diduga Kabid Pinjam Bendera
13 Januari 2026 47 Views
Universitas Dharma Indonesia adakan Pembinaan terhadap Narapidana Lapas Jambe
5 Desember 2025 147 Views
DIDUGA PIHAK DINDIK CILEGON, ADA BISNIS DENGAN PIHAK SMPN 2 CILEGON
4 Desember 2025 156 Views
Kericuhan Saat Kunjungan Media di Proyek SMP Negeri 2 Kayen, Transparansi Dana Rp 1,5 Miliar Dipertanyakan
22 November 2025 194 Views

Seputar Desa

Jaga Sumber Air Pegunungan, Harun Abdul Khafizh Dukung Penghijauan Trajumas
22 Desember 2025 90 Views
img 1763207046807
Pekerjaan Dana Desa Cirebon Baru Di Duga Jadi Ajang Korupsi?
15 November 2025 230 Views
IMG 20251114 WA0033
 “Warga Cibatu Geram: Alih Fungsi Lapangan Sepak Bola Diduga Sarat Pemalsuan dan Penyalahgunaan Wewenang”
14 November 2025 209 Views
IMG 20251106 WA0038
Usut Tuntas! Sekdes Ragas Masigit Diduga Intimidasi Jurnalis, Langgar UU Pers dan KUHP
6 November 2025 247 Views
IMG 20251103 WA0041
Jalan Rusak Di Kp. Salimah Tak Kunjung Di Perbaiki, Warga Geram Terhadap Kades Sukamanah
3 November 2025 249 Views

Artikel Terkait:

IMG 20240912 WA0004
artikelPolitik

Deklarasi Rumah Bersama Pramono dan Rano

12 September 2024 175 Views
IMG 20241117 WA0089 1
NasionalPolitik

Senam Sehat Bersama Balane Abahe, Untuk Kemengan Ahmad Luthfi – Taj Yasin di Kabupaten Tegal

18 November 2024 684 Views
IMG 20240829 WA0110
Politik

Deklarasi Balon Walikota Tangerang Sachrudin & Maryono Diisi Dengan Hiburan Music Band Papan Atas & Seni Tari Tradisional

29 Agustus 2024 184 Views
Screenshot 2024 12 17 19 51 39 65 99c04817c0de5652397fc8b56c3b3817
NasionalAdvertorialartikelBisnisE-PaperEdukasiEkonomiEntertainmentHukumLifestyleOlahragaOtomotifParlementariaPemerintahanPendidikanPolitikSeputar DesaTeknologiTNI – PolriYudikatif

Mandor Dan Pelaksana CV Ubay Bersaudara Di Perumahan Keroncong Jatiuwung Tangerang, Diduga Tidak Pedulikan Pekerja 

17 Desember 2024 207 Views
Rasio News
  • rasionews25@gmail.com
  • 0813-2345-7193
  • 0817717715
  • Berita
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • TNI – Polri
  • Yudikatif
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Edukasi
  • Seputar Desa
  • Advertorial
  • E-Paper
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Reading: Mengandalkan Magnet Jokowi, Mampukah PSI Berdiri dengan Kaki Sendiri?
Share
Copyright © 2023 PT. Rafa Canasha Media
Selamat Datang di RasioNews.com!

Masuk ke Akun Anda