TASIKMALAYA, Rasio news.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya berkolaborasi dengan Kementerian Agama dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri Nasional. Agenda tersebut diisi dengan silaturahmi dan ziarah ke sejumlah sesepuh serta tokoh pesantren, kegiatan keagamaan, hingga doa bersama sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para ulama dalam membangun bangsa.
Ketua Forum Pondok Pesantren (FPP) Kabupaten Tasikmalaya, Ade Suryaman, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan dimulai sejak 13 Oktober dengan mengunjungi sejumlah pondok pesantren dan makam para ulama yang memiliki peran penting dalam perkembangan pendidikan Islam di Kabupaten Tasikmalaya.
Beberapa lokasi yang menjadi bagian dari rangkaian tersebut di antaranya Pondok Pesantren Cipasung, Sukamanah, Cintawana, serta sejumlah pesantren lainnya. Kegiatan juga mencakup kunjungan ke wilayah Sariwangi dan beberapa lokasi lain yang menjadi tempat peristirahatan para tokoh agama.
Menurut Ade, pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi beberapa tim yang melibatkan Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya agar agenda silaturahmi dan ziarah dapat menjangkau lebih banyak lokasi.
Selain ziarah dan silaturahmi, rangkaian peringatan Hari Santri juga akan diisi dengan kegiatan keagamaan dan hiburan bernuansa Islami. Di antaranya penampilan rebana atau hadroh, selawat, serta lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh qari berprestasi tingkat nasional.
Puncak kegiatan direncanakan diisi dengan doa bersama dan penutupan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus penghormatan kepada para ulama dan santri yang telah berkontribusi bagi bangsa dan negara.
Ade menegaskan, peringatan Hari Santri bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat peran santri sebagai generasi penerus bangsa yang berilmu, berakhlak, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Harapan kita, santri-santri ke depan mampu menjadi generasi yang berprestasi. Setelah negeri ini merdeka, santri diharapkan turut memperkuat Indonesia sehingga cita-cita Indonesia Emas 2045 dapat terwujud,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang selama ini turut mendukung publikasi berbagai kegiatan dan program pemerintah daerah, khususnya dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Melalui kolaborasi pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan kalangan pesantren, peringatan Hari Santri diharapkan semakin mempererat silaturahmi, menjaga tradisi keilmuan pesantren, serta menumbuhkan semangat generasi muda untuk berperan aktif dalam pembangunan bangsa.



