- Pekalongan – Rasionews. Puluhan warga Kabupaten Pekalongan mendatangi Kantor Dinas Koperasi pada Selasa siang, 5 Agustus 2025. Mereka mewakili ratusan nasabah koperasi di wilayah Kecamatan Kesesi yang menuntut pencairan simpanan Idul Fitri (Safitri) yang hingga kini belum jelas nasibnya.
Para nasabah mendesak pemerintah kabupaten turun tangan menyelesaikan sengkarut pencairan dana yang sudah mandek selama empat bulan. Dari ratusan nasabah, total simpanan yang tertahan mencapai Rp1,2 miliar.
“Kami hanya menuntut hak kami. Ini uang hasil kami menabung tiap pekan. Tapi sampai sekarang belum ada kejelasan,” tegas Yuli (32), salah satu nasabah, saat ditemui di lokasi unjuk rasa. Ia datang bersama kuasa hukumnya, Didik Pramono dari LBH Adhyaksa.
Yuli menyebutkan, ada 117 orang yang ikut program Safitri, dengan nilai kerugian mencapai Rp653 juta. “Ada yang nabung Rp50 ribu per minggu, ada juga yang Rp100 ribu. Beberapa nasabah juga melibatkan anggota keluarga mereka,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, pihak koperasi sempat menjanjikan pencairan sebelum Lebaran Februari lalu. Namun janji itu tak kunjung terealisasi. “Mereka minta waktu satu bulan. Setelah kami demo, mereka minta tambahan waktu tiga bulan. Tapi sampai 21 Juli, tidak ada kabar apa pun,” kata Yuli.
Saat mediasi di kantor dinas, pengurus koperasi akhirnya mengakui menyalahgunakan dana simpanan. Mereka menggunakan uang nasabah untuk menutup biaya operasional, termasuk gaji karyawan dan sewa kantor.
“Kami salah kelola. Koperasi kami pailit. Dana simpanan kami gunakan untuk operasional,” ujar Ulul Albab, pengurus koperasi, di hadapan pejabat dinas dan perwakilan nasabah.
Ulul bahkan mengakui meminjam langsung dana nasabah sebesar Rp80 juta. Ia berdalih akan mengembalikan uang tersebut setelah menjual tanah miliknya.
“Kami minta waktu satu bulan untuk menyelesaikan ini,” katanya. (Tri)
Nasabah Geruduk Kantor Dinas Koperasi, Tuntut Pencairan Tabungan Lebaran di BMT Kesesi
Tinggalkan Ulasan




