Masuk
Rasio NewsRasio NewsRasio News
  • Home
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • TNI – Polri
  • Yudikatif
  • Lebih
    • Bisnis
    • Teknologi
    • Hukum
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Edukasi
    • Seputar Desa
    • Advertorial
    • E-Paper
Reading: Hikmah di Balik Gonjang-Ganjing Muktamar NU ke-35, Panggung Para Gus Kembali Mengemuka
Share
Rasio NewsRasio News
  • Home
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Yudikatif
  • TNI – Polri
  • Seputar Desa
  • Advertorial
  • E-Paper
Search
  • Home
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • TNI – Polri
  • Yudikatif
  • Lebih
    • Bisnis
    • Teknologi
    • Hukum
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Edukasi
    • Seputar Desa
    • Advertorial
    • E-Paper
Sudah punya akun? Masuk
Follow US
Rasio News > Berita > Hukum > Hikmah di Balik Gonjang-Ganjing Muktamar NU ke-35, Panggung Para Gus Kembali Mengemuka
Hukum

Hikmah di Balik Gonjang-Ganjing Muktamar NU ke-35, Panggung Para Gus Kembali Mengemuka

Terakhir diperbarui: 27 September 2026 23:06
Reporter Redaksi Diposting 27 September 2026 6 Views
Share
IMG 20260927 WA0316 1
SHARE

 

Tangerang ll RasioNews.com ll
Minggu. 27/09/2026.

Gonjang-ganjing yang mengiringi Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35, terlepas dari berbagai dinamika dan perdebatan yang menyertainya, menyisakan satu fenomena menarik. Di tengah meningkatnya tensi organisasi, perhatian publik dan warga Nahdliyin justru kembali tertuju kepada sejumlah figur Gus yang selama beberapa waktu seolah berada di luar panggung utama.

Fenomena ini dapat dibaca sebagai kerinduan terhadap figur-figur yang dianggap memiliki kedekatan kuat dengan tradisi pesantren, memiliki independensi sikap, serta mampu menyampaikan pandangan secara lebih jernih di tengah tarik-menarik kepentingan organisasi.

Dengan demikian, dinamika Muktamar tidak semata-mata menghadirkan perdebatan mengenai struktur dan kepemimpinan. Di sisi lain, momentum tersebut juga membuka kembali ruang bagi munculnya figur-figur alternatif yang selama ini lebih banyak bergerak di lingkungan pesantren dan masyarakat akar rumput.

1. Figur Alternatif dan Kerinduan terhadap Khittah Pesantren

Salah satu hal yang menarik dari dinamika NU adalah munculnya kembali pembicaraan mengenai pentingnya menjaga khittah dan karakter pesantren dalam kehidupan organisasi.

Selama ini, wajah kepemimpinan NU kerap lebih banyak terlihat melalui elite struktural yang beraktivitas di pusat-pusat kekuasaan, terutama Jakarta. Namun, ketika dinamika organisasi semakin menghangat, muncul kerinduan dari sebagian kalangan Nahdliyin terhadap figur yang dianggap lebih dekat dengan tradisi pesantren.

Nama-nama dari kalangan pengasuh pesantren kemudian kembali mendapat perhatian. Gus Kikin dan Gus Salam, misalnya, menjadi bagian dari perbincangan publik dalam konteks dinamika kepemimpinan NU.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa pesantren tetap memiliki posisi penting dalam imajinasi kolektif warga NU. Figur yang selama ini lebih banyak menjalankan aktivitas pendidikan, dakwah, dan pengabdian di lingkungan pesantren dapat kembali menjadi rujukan ketika organisasi menghadapi dinamika internal.

Baca Juga:  JAM-Datun Menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2024

Di titik inilah panggung para Gus kembali terbuka. Mereka tidak selalu hadir melalui struktur kekuasaan, tetapi melalui legitimasi sosial dan tradisi keilmuan yang tumbuh dari pesantren.

2. Panggung bagi Gus Muda yang Berani Menyampaikan Sikap

Dinamika pasca-Muktamar juga memperlihatkan munculnya sejumlah figur muda yang mengambil posisi kritis terhadap berbagai persoalan yang berkembang.

Salah satu nama yang mendapat perhatian adalah Gus Lilur, Khalilur R. Abdullah Sahlawiy. Pernyataan-pernyataannya mengenai dugaan adanya politik uang dalam dinamika Muktamar turut menjadi perhatian pemberitaan.

Tentu, berbagai tudingan yang muncul harus ditempatkan sebagai bagian dari perdebatan publik dan tetap perlu diverifikasi berdasarkan fakta serta keterangan dari pihak-pihak terkait. Panitia Muktamar sendiri telah menyampaikan bantahan terhadap tudingan tersebut.

Namun, terlepas dari substansi perdebatan itu, ada satu fenomena yang menarik untuk dicermati: keberanian sejumlah Gus muda menyampaikan pandangan secara terbuka membuat mereka semakin dikenal publik.

Mereka hadir bukan semata-mata sebagai bagian dari struktur organisasi, melainkan sebagai suara alternatif yang mencoba mengartikulasikan keresahan sebagian warga Nahdliyin.

Dalam konteks ini, kritik tidak selalu harus dipandang sebagai ancaman terhadap organisasi. Kritik yang disampaikan secara argumentatif justru dapat menjadi mekanisme koreksi agar organisasi tetap memiliki ruang untuk melakukan evaluasi dan pembenahan.

3. Kerinduan terhadap Sosok Gus yang Teduh dan Berilmu

Di tengah derasnya arus informasi dan perdebatan di media sosial, masyarakat juga berhadapan dengan kejenuhan terhadap konflik dan faksionalisme.

Kondisi tersebut pada akhirnya dapat mendorong munculnya kebutuhan terhadap figur yang menawarkan keteduhan, kedalaman ilmu, dan keteladanan.

Para Gus yang tetap memilih mengajar di pesantren, membina santri, berdakwah, dan menjalankan pengabdian kepada masyarakat tanpa larut dalam perebutan kekuasaan justru memiliki ruang tersendiri di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya Melakukan Penggeledahan di Kantor CV. Agro Techno Dalam Kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi

Ceramah, dawuh, dan pemikiran para kiai serta Gus kembali dicari dan dibagikan. Bagi sebagian warga Nahdliyin, fenomena ini dapat menjadi pengingat bahwa akar kekuatan NU sejak awal tidak hanya berada pada struktur organisasi, tetapi juga pada pesantren, tradisi keilmuan, dakwah, dan keteladanan para ulama.

Dalam perspektif sejarah, semangat tersebut mengingatkan kembali pada warisan para pendiri NU, termasuk KH Abdul Wahab Chasbullah, yang membangun organisasi dengan fondasi keagamaan sekaligus semangat kebangsaan.

Kembali kepada Akar

Pada akhirnya, gonjang-ganjing Muktamar NU ke-35 dapat dilihat dari berbagai perspektif. Bagi sebagian kalangan, dinamika tersebut mungkin merupakan persoalan internal organisasi. Namun, bagi masyarakat luas, ada hikmah lain yang dapat dipetik: perhatian terhadap para Gus dan kiai pesantren kembali menguat.

Mereka yang selama ini tidak terlalu sering muncul di panggung politik organisasi justru mendapatkan ruang untuk berbicara. Para Gus muda yang berani menyampaikan kritik mendapat perhatian. Sementara para Gus sepuh yang tetap istiqamah dalam dunia pendidikan dan pesantren kembali menjadi rujukan keteduhan.

Momentum ini semestinya tidak berhenti pada siapa yang berada di dalam atau di luar struktur kepemimpinan. Lebih jauh, dinamika tersebut dapat menjadi refleksi bersama tentang bagaimana NU mempertahankan identitasnya sebagai organisasi yang berakar kuat pada pesantren dan tradisi keilmuan ulama.

Sebab, kekuatan NU pada akhirnya bukan hanya terletak pada struktur, jabatan, atau kontestasi kepemimpinan. Kekuatan itu juga tumbuh dari pesantren, dari santri, dari keteladanan kiai, serta dari generasi muda yang mampu menjaga tradisi sekaligus berani menghadapi perubahan zaman.

Gus-Gus muda, teruslah melangkah. Bukan sekadar untuk mengejar panggung, melainkan untuk menjaga nilai, tradisi, dan marwah para kiai sepuh.

Baca Juga:  Ujian Integritas Penegakan Hukum: Aduan Dugaan Korupsi di Pilang Menuntut Pemeriksaan Menyeluruh, Bukan Sekadar Formalitas

Semoga setiap langkah tetap berada dalam koridor ilmu, adab, dan kebenaran.
Penutup.

Erick. H

Bagikan Berita Ini
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Apa Reaksi Anda?
Suka0
Galau0
Kocak0
Terkejut0
Emosi0
BERITA SEBELUMNYA IMG 20260927 WA0186 Ribuan Massa BPPKB Banten Turun, Soroti Dugaan Terbitnya Izin Keramaian Polres Pandeglang Terhadap Organisasi Yang Bersengketa Hukum
BERITA BERIKUTNYA IMG 20260927 WA0189 Piala Bupati Cup U-17 2026 Usai, Panongan Keluar sebagai Juara, 30 Pemain Terbaik Segera Dibentuk Jadi Tim Kabupaten
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Silakan Pilih Rating!

- Advertisement -

Berita Populer

IMG 20260921 WA0032
Nasional
APKOMINDO, APTIKNAS, AGKDI, dan PERATIN Perkuat Ekosistem Industri Game dan AI Indonesia melalui IGEX 2026 dan ASOCIO Digital & AI Summit 2026
21 September 2026 47 Views
IMG 20260921 WA0030
Pemerintahan
Tasik Kardi, Destinasi Wisata Warisan Kesultanan Banten, Terbengkalai: Warga Minta Pemkab Serang Segera Bertindak
21 September 2026 39 Views
IMG 20260923 WA0082
TNI – Polri
Polda Banten Gandeng Dunia Usaha Tekan Pengangguran Lewat Program Poliran
23 September 2026 34 Views
IMG 20260921 WA0045
TNI – Polri
Perselisihan Ibadah Jemaat GKPI Diselesaikan Lewat Musyawarah, Kedua Pihak Sepakat Berdamai
21 September 2026 30 Views
IMG 20260921 WA0005
TNI – Polri
Tiga Pelaku Curanmor Berikut BB 2 Unit motor Dibekuk Tim Opsnal Unit V Resmob Polres Metro Tangerang Kota
21 September 2026 28 Views
IMG 20260921 WA0039
Pemerintahan
Klarifikasi : Drg Reta Rianti Menegaskan Puskesmas Cisoka Tidak Lalai Dalam Menangani Nopi Haerani, Secara Medis Kita Tidak Bisa Meninggalkan SOP
21 September 2026 27 Views
Jasa Website & Artikel SEO
Jasa Website & Artikel SEO

Pendidikan

SMK Negeri 1 Wanasalam Rutin Gelar Korve dan Gerakan Banten Bersih Setiap Jumat
27 September 2026 9 Views
Kuliah Gratis PTN, Wakil Rektor Paramadina Soroti Masa Depan PTS
26 September 2026 11 Views
Di Hut RI Ke 81,Kadindibud Kota Cilegon ajak masyarakat berkarya dan memajukan pendidikan demi Indonesia yang lebih maju
17 Agustus 2026 67 Views
Mendekati HUT ke-81 Republik Indonesia, Kadisdik Kota Tangerang Ajak Masyarakat Wujudkan Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur
1 Agustus 2026 59 Views
Saat Hujan Tergenang, Lapangan Upacara SD Negeri Ciruas 5 Dinilai Perlu Segera Direhabilitasi
28 Juli 2026 65 Views

Seputar Desa

IMG 20260807 WA0079
Jumat Berkah di Nerogtog: Lurah Santuni Anak Yatim dan Kaum Dhuafa
7 Agustus 2026 42 Views
IMG 20260724 WA0216
Pemerintah Desa Harapankarya Apresiasi Bantuan Rumah Layak Huni Rp25 Juta dari BAZNAS Provinsi Banten
24 Juli 2026 74 Views
Screenshot 20260707 150907
Pencapaian Desa Cawet Sukseskan PTSL 2026 dengan Antusias Pendaftar Warga Desa
7 Juli 2026 205 Views
IMG 20260622 WA0085
FRIC Soroti Sikap Kepala Desa Kaduagung yang Dinilai Sulit Dikonfirmasi, Komitmen Keterbukaan Informasi Dipertanyakan
22 Juni 2026 113 Views
IMG 20260519 WA0030
OPERASIONAL MOBIL SIAGA DESA PANIMBANG JAYA JADI PERDEBATAN
19 Mei 2026 162 Views

Artikel Terkait:

IMG 20260804 WA0065
Hukum

Prof. Yanto: Kekeliruan Hukum Acara Bukan Pelanggaran Etik Hakim, Koreksi Dilakukan Melalui Upaya Hukum

4 Agustus 2026 39 Views
IMG 20241215 WA0031
Hukum

Proyek Siluman, Gerindo Minta BPK Turun Gunung

15 Desember 2024 173 Views
IMG 20250416 WA0100
Hukum

SUMONDANG SIMANGUNSONG, SH, MH KECEWA LAPORAN POLISI DI POLRES OKU TIMUR LAMBAT DI PROSES

16 April 2025 119 Views
IMG 20260402 WA0060
Hukum

Tangkap Deb Kolektor Jamaludin beserta Ke Tiga Rekanya Dari Kantor Elang. Rampas Motor Dan Peras Debitur

2 April 2026 155 Views
Rasio News
  • rasionews25@gmail.com
  • 0813-2345-7193
  • 0817717715
  • Berita
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • TNI – Polri
  • Yudikatif
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Edukasi
  • Seputar Desa
  • Advertorial
  • E-Paper
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Reading: Hikmah di Balik Gonjang-Ganjing Muktamar NU ke-35, Panggung Para Gus Kembali Mengemuka
Share
Copyright © 2023 PT. Rafa Canasha Media
Selamat Datang di RasioNews.com!

Masuk ke Akun Anda