Masuk
Rasio NewsRasio NewsRasio News
  • Home
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • TNI – Polri
  • Yudikatif
  • Lebih
    • Bisnis
    • Teknologi
    • Hukum
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Edukasi
    • Seputar Desa
    • Advertorial
    • E-Paper
Reading: Kebersamaan Tanpa Sekat: Kesetaraan sebagai Nafas Kehidupan Berbangsa
Share
Rasio NewsRasio News
  • Home
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Yudikatif
  • TNI – Polri
  • Seputar Desa
  • Advertorial
  • E-Paper
Search
  • Home
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • TNI – Polri
  • Yudikatif
  • Lebih
    • Bisnis
    • Teknologi
    • Hukum
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Edukasi
    • Seputar Desa
    • Advertorial
    • E-Paper
Sudah punya akun? Masuk
Follow US
Rasio News > Berita > Nasional > Kebersamaan Tanpa Sekat: Kesetaraan sebagai Nafas Kehidupan Berbangsa
Nasional

Kebersamaan Tanpa Sekat: Kesetaraan sebagai Nafas Kehidupan Berbangsa

Terakhir diperbarui: 28 Maret 2026 18:09
Reporter Redaksi Diposting 28 Maret 2026 7 Views
Share
IMG 20260328 WA0140
SHARE

 

Bogor ll rasionews.com ll  Di negeri yang dibangun dari ribuan pulau, ratusan bahasa, dan beragam keyakinan, kebersamaan bukan sekadar nilai—ia adalah fondasi kehidupan. Namun fondasi itu tidak akan pernah kokoh tanpa satu prinsip utama: kesetaraan.

Hari ini, kita dihadapkan pada pertanyaan mendasar yang sering kali kita hindari: apakah kita benar-benar hidup dalam kebersamaan yang setara, atau hanya sekadar hidup berdampingan dalam batas-batas yang kita ciptakan sendiri?

Kearifan lokal Nusantara sejatinya telah lama menjawab kegelisahan ini. Pepatah “Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing” mengajarkan bahwa hidup bukan tentang siapa yang paling kuat, tetapi tentang siapa yang bersedia berjalan bersama. Ini bukan hanya ajaran sosial, tetapi refleksi bahwa kesetaraan adalah syarat mutlak kebersamaan.

Dalam falsafah Jawa dikenal ungkapan “Rukun agawe santosa, crah agawe bubrah”—kerukunan melahirkan kekuatan, perpecahan membawa kehancuran. Namun kerukunan tidak mungkin lahir jika masih ada rasa lebih tinggi, lebih benar, atau lebih berhak dibanding yang lain.

Di sinilah kesetaraan menjadi inti.

Budaya Minangkabau menegaskan: “Duduak samo randah, tagak samo tinggi.” Sebuah filosofi yang menolak dominasi dan menempatkan setiap manusia dalam martabat yang sama. Sementara dalam budaya Bugis, nilai “Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge” mengajarkan bahwa memanusiakan manusia adalah dasar dari setiap relasi.

Budaya Sunda pun mengingatkan melalui “Silih asah, silih asih, silih asuh”—bahwa relasi yang sehat dibangun dari saling mendidik, mengasihi, dan membimbing. Sedangkan dalam konsep Batak Dalihan Na Tolu, keseimbangan relasi menjadi kunci harmoni, bukan kekuasaan satu pihak atas pihak lain.

Semua ini menunjukkan satu benang merah yang kuat: kebersamaan sejati hanya mungkin terjadi jika kesetaraan dijaga.

Nilai ini tidak hanya hidup dalam budaya, tetapi juga tertanam dalam dasar negara. Pancasila sila ke-2: “Kemanusiaan yang adil dan beradab” menegaskan bahwa setiap manusia memiliki martabat yang sama. Sila ke-3, “Persatuan Indonesia,” menjadi tidak bermakna tanpa kesetaraan sebagai landasannya.

Baca Juga:  Bung "Zulfadli", Aktivis LSM Bungoeng Lam Jaroe Aceh, Kembali Surati Kepala Kejaksaan Agung Republik Indonesia Di DKI Jakarta

Semboyan bangsa “Bhinneka Tunggal Ika” bukan sekadar kalimat indah, tetapi pernyataan tegas bahwa perbedaan tidak boleh melahirkan ketimpangan.

Bahkan dalam UUD 1945 Pasal 28E ayat (1), negara menjamin kebebasan setiap orang untuk berkeyakinan dan beribadah. Dan dalam Pasal 28I ayat (2) ditegaskan bahwa setiap orang berhak bebas dari diskriminasi. Ini berarti bahwa kesetaraan bukan hanya nilai moral, tetapi amanat konstitusi.

Namun realitas hari ini menunjukkan ironi. Kita hidup di era yang mengagungkan kebebasan, tetapi sering melupakan penghormatan. Kita berbicara tentang persatuan, tetapi membangun sekat-sekat baru dalam bentuk prasangka, eksklusivitas, dan penolakan terhadap perbedaan.

Kita lebih nyaman dengan yang sepemikiran, lalu tanpa sadar menjauh dari yang berbeda. Di sinilah kebersamaan kehilangan maknanya—ia berubah menjadi kelompok, bukan lagi komunitas.

Padahal, simbol sederhana seperti tumpeng telah lama mengajarkan kita: perbedaan rasa tidak perlu dihilangkan untuk menciptakan harmoni. Justru dalam keberagaman itulah keindahan tercipta.

Kesetaraan bukan konsep yang mudah. Ia menuntut keberanian untuk melampaui ego. Berani mendengar yang berbeda. Berani menerima bahwa kita tidak selalu benar. Dan yang paling sulit: berani memperlakukan orang lain dengan hormat, bahkan ketika kita tidak setuju.

Di era digital, tantangan ini semakin nyata. Satu opini bisa memecah, satu narasi bisa membakar emosi. Maka menjaga kebersamaan hari ini bukan hanya soal hidup berdampingan, tetapi tentang kesadaran untuk tidak ikut memperlebar jurang perbedaan.

Seperti pepatah yang terus relevan sepanjang zaman:
“Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.”

Kalimat sederhana ini mengandung kebenaran yang dalam—bahwa kehancuran sering kali bukan datang dari luar, tetapi dari kegagalan kita menjaga kesetaraan dalam kebersamaan.

Pada akhirnya, kebersamaan bukan tentang menghapus perbedaan, tetapi tentang merangkulnya dalam kesadaran bahwa setiap manusia memiliki nilai yang sama.

Baca Juga:  Pekerjaan Proyek di Jalan Raya Kutabumi Pasar Kemis Tangerang, Diduga Tabrak UU Ketenagakerjaan dan Abaikan KIP

Ketika kesetaraan dijaga, kebersamaan menjadi kekuatan.
Ketika kesetaraan diabaikan, kebersamaan hanya menjadi ilusi.

Dan ketika sekat-sekat itu runtuh, yang tersisa bukan lagi perbedaan—melainkan kemanusiaan yang utuh.

Salam Kebangsaan dalam Kebersamaan
Menjadi diri sendiri tanpa kehilangan rasa hormat kepada sesama adalah wujud kematangan dalam hidup berbangsa.

Dalam napas Bhinneka Tunggal Ika, kita tidak dituntut untuk menjadi sama, tetapi diajak untuk hidup setara. Perbedaan bukanlah jurang pemisah, melainkan ruang untuk saling mengenal, memahami, dan menguatkan.

Mari berjalan dengan hati yang rendah namun bermartabat, berpikir dengan jernih namun terbuka, serta bertindak dengan kasih yang mempersatukan.

Menjaga sesama bukan karena mereka sama dengan kita, tetapi karena mereka adalah bagian dari kita.

Damai dalam perbedaan, kuat dalam persatuan, dan luhur dalam kemanusiaan.

Ditulis oleh:
Ev. Kefas Hervin Devananda, S.H., S.Th., M.Pd.K
Jurnalis Senior | Penggiat Budaya | Rohaniawan
Sinode GPIAI Jemaat Filadelfia Bogor

Bagikan Berita Ini
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Apa Reaksi Anda?
Suka0
Galau0
Kocak0
Terkejut0
Emosi0
BERITA SEBELUMNYA IMG 20260328 WA0127 Kasihhati Ketum PTN Soroti Kinerja PLN, Singgung Risiko Krisis Energi hingga Desak Evaluasi Direksi
BERITA BERIKUTNYA IMG 20260328 WA0161 Rugikan Negara, ST Tersangka Korupsi PT AKT Gunakan Dokumen Ilegal Pasca Izin Dicabut
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Silakan Pilih Rating!

- Advertisement -

Berita Populer

IMG 20260322 WA0008
Nasional
Mantan Istri dan Suaminya Diduga Lakukan Penganiayaan Kepada Suherman Saat Jenguk Anaknya
22 Maret 2026 27 Views
IMG 20260322 WA0009
Pemerintahan
Pemerintah Kota Tangerang mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H /2026
22 Maret 2026 26 Views
IMG 20260322 WA0028
TNI – Polri
Keluarga Besar Polres Cianjur beserta Bhayangkari Cabang Cianjur mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H / 2026
22 Maret 2026 26 Views
IMG 20260323 WA0008
Hukum
ROKO NON CUKAI Dijajakan di Warung Nahda? Warga: Usaha 24 Jam Juga Ganggu Lingkungan
23 Maret 2026 26 Views
IMG 20260322 WA0041
Nasional
Harapan Warga Jakarta Utara di Balik Sertifikat Elektronik: Mudah, Cepat, dan Tanpa Beban
22 Maret 2026 25 Views
0a5e33faddbf4f7e8cfa13ae3ba21b59
Nasional
Kepala Kesbangpol Teguh Supriyanto dan jajaran nya Mengucapkan “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriyah / 2026 M.
22 Maret 2026 25 Views
Jasa Pembuatan Website Berita
Jasa Website Jogja
Jasa Backdrop Event Jogja
Jasa Backdrop Jogja

Pendidikan

Dra. Hj. Yeni Anita Susila M.Pd Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon , mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah/ 2026
19 Maret 2026 36 Views
Dr. Wahyudi Iskandar, S.STP.,M.Si Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah/ 2026
19 Maret 2026 39 Views
Wisuda 80 Pelajar, Program Kelas Bahasa Inggris PEP Sangasanga Field Siap Berlanjut ke Batch 2
16 Maret 2026 44 Views
Skandal “Papan Tulis Sultan” di Kota Tangerang: Dugaan Mark-Up Rp55 Miliar Menguap di Dinas Pendidikan?
27 Februari 2026 93 Views
Dra. Hj. Yeni Anita Susila M.Pd., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cilegon beserta Staf, Ucapkan Selamat Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H
16 Februari 2026 88 Views

Seputar Desa

IMG 20260219 WA0190
Puluhan Juta per Desa, Mesin Mati Total: Ada Apa dengan Dana Desa 2021?
19 Februari 2026 92 Views
IMG 20260218 WA0209
Ketua BPD Waringin kurung”inisial”S N ) Diduga Rangkap Jabatan PNS, Publik Desak Penegakan Aturan
18 Februari 2026 100 Views
Jaga Sumber Air Pegunungan, Harun Abdul Khafizh Dukung Penghijauan Trajumas
22 Desember 2025 179 Views
img 1763207046807
Pekerjaan Dana Desa Cirebon Baru Di Duga Jadi Ajang Korupsi?
15 November 2025 318 Views
IMG 20251114 WA0033
 “Warga Cibatu Geram: Alih Fungsi Lapangan Sepak Bola Diduga Sarat Pemalsuan dan Penyalahgunaan Wewenang”
14 November 2025 296 Views

Artikel Terkait:

IMG 20260205 WA0073
Nasional

JDEYO Bilyard & cafe Ini Kata Kh Juhri Ketua MUI Cisoka : Bila Belum Berizin Pemda Harus Tegas Dan Wajib Hentikan

5 Februari 2026 30 Views
IMG 20250911 WA0179
Nasional

Proyek Lening P3A di Aceh Timur Bermasalah, LAKI: Aspirasi HRD Harus Diawasi Ketat

11 September 2025 77 Views
IMG 20250904 WA0038
Nasional

GWI Sebut Bukti Gagalnya DPRD Dalam Menanggapi Aspirasi Rakyat Hingga Terjadi Dugaan Oknum Aktivis Lecehkan Wartawan

4 September 2025 57 Views

Jelang Sidang Kabinet Paripurna di IKN, Menteri AHY Siapkan Baseline Program Pertanahan dan Tata Ruang untuk Transisi Kepemimpinan

14 September 2024 378 Views
Rasio News
  • rasionews25@gmail.com
  • 0813-2345-7193
  • 0817717715
  • Berita
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • TNI – Polri
  • Yudikatif
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Edukasi
  • Seputar Desa
  • Advertorial
  • E-Paper
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Reading: Kebersamaan Tanpa Sekat: Kesetaraan sebagai Nafas Kehidupan Berbangsa
Share
Copyright © 2023 PT. Rafa Canasha Media
Selamat Datang di RasioNews.com!

Masuk ke Akun Anda