Masuk
Rasio NewsRasio NewsRasio News
  • Home
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • TNI – Polri
  • Yudikatif
  • Lebih
    • Bisnis
    • Teknologi
    • Hukum
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Edukasi
    • Seputar Desa
    • Advertorial
    • E-Paper
Reading: Politik Indonesia Sedang Sakit: Ketika Kekuasaan Mengalahkan Hati Nurani
Share
Rasio NewsRasio News
  • Home
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Yudikatif
  • TNI – Polri
  • Seputar Desa
  • Advertorial
  • E-Paper
Search
  • Home
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • TNI – Polri
  • Yudikatif
  • Lebih
    • Bisnis
    • Teknologi
    • Hukum
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Edukasi
    • Seputar Desa
    • Advertorial
    • E-Paper
Sudah punya akun? Masuk
Follow US
Rasio News > Berita > Nasional > Politik Indonesia Sedang Sakit: Ketika Kekuasaan Mengalahkan Hati Nurani
Nasional

Politik Indonesia Sedang Sakit: Ketika Kekuasaan Mengalahkan Hati Nurani

Terakhir diperbarui: 17 Mei 2026 16:54
Reporter Redaksi Diposting 17 Mei 2026 55 Views
Share
IMG 20260517 WA0011
SHARE

 

 

Jakarta  ll rasionews.com ll Indonesia hari ini sedang menghadapi kenyataan yang pahit.

Demokrasi memang masih berjalan. Pemilu masih dilaksanakan. Partai-partai politik masih berbicara atas nama rakyat.

Tetapi di balik semua itu, masyarakat mulai merasakan sesuatu yang semakin hilang dari kehidupan berbangsa:

hati nurani dalam politik.

Rakyat setiap hari disuguhi:

korupsi,

Operasi Tangkap Tangan (OTT),

politik uang,

konflik elite,

hukum yang terasa tidak adil,

dan perebutan kekuasaan yang semakin vulgar.

Ironisnya, semua itu perlahan dianggap biasa.

Bangsa ini seperti sedang dipaksa terbiasa hidup di tengah krisis moral.

Dan yang paling berbahaya: ketika rakyat mulai kehilangan harapan bahwa politik bisa berubah menjadi lebih baik.

Kekuasaan Hari Ini Lebih Mahal dari Kejujuran

Mari bicara apa adanya.

Politik Indonesia sekarang bukan hanya soal gagasan.

Politik sudah berubah menjadi:

pertarungan modal,

permainan jaringan,

dan perebutan pengaruh kekuasaan.

Untuk bertahan di politik dibutuhkan:

uang besar,

media besar,

relasi kuat,

dan dukungan oligarki.

Akibatnya, banyak orang baik akhirnya tersingkir sebelum sempat berjuang.

Sementara mereka yang memiliki kekuatan modal lebih mudah mengendalikan arah politik nasional.

Di situlah demokrasi perlahan berubah: dari perjuangan rakyat menjadi arena transaksi elite.

OTT Terjadi Terus, Tetapi Korupsi Tidak Pernah Berhenti

Hampir setiap tahun rakyat menyaksikan berita yang sama:

kepala daerah ditangkap,

pejabat kementerian terkena OTT,

hakim menerima suap,

anggota DPR terseret korupsi,

hingga aparat hukum yang ikut bermain mafia kasus.

Kasus demi kasus datang tanpa henti:

bansos dikorupsi saat rakyat susah,

proyek infrastruktur dijadikan bancakan,

pajak dimainkan,

anggaran negara dijarah,

dan jabatan diperjualbelikan.

Yang lebih menyakitkan, sebagian pelaku masih bisa:

tersenyum,

Baca Juga:  Pekalongan Panen Padi Tahan Salin: Harapan Baru dari Lahan Eks Rob yang Telantar 10 Tahun

melambaikan tangan,

bahkan kembali tampil di ruang publik setelah menjalani hukuman.

Sementara rakyat kecil yang mencuri karena lapar sering diproses lebih cepat dan lebih keras.

Di sinilah rakyat mulai bertanya: apakah hukum benar-benar bekerja untuk keadilan, atau hanya untuk menjaga kekuasaan?

Politik Identitas Menjadi Senjata Paling Murah

Ketika rakyat mulai marah terhadap korupsi dan ketidakadilan, muncul satu pola yang terus berulang dalam politik Indonesia:

identitas dipakai untuk mengalihkan perhatian.

Agama dipakai. Suku dipakai. Kelompok dipertentangkan.

Rakyat dibuat sibuk bertengkar soal identitas, sementara elite tetap nyaman membangun kekuasaan dan memperkaya diri.

Akibatnya, masyarakat semakin terpecah.

Dan demokrasi perlahan kehilangan substansinya sebagai ruang persatuan kebangsaan.

Padahal Indonesia dibangun bukan untuk saling mencurigai, tetapi untuk hidup bersama dalam keberagaman.

Partai Anak Muda Pun Akhirnya Kehilangan Identitas

Yang menarik sekaligus menyedihkan, fenomena ini tidak hanya terjadi pada partai-partai lama.

Bahkan partai yang awalnya tampil dengan citra:

partai anak muda,

partai perubahan,

partai anti korupsi,

dan partai masa depan,

perlahan ikut kehilangan identitas ketika masuk dalam lingkaran kekuasaan oligarki politik nasional.

Awalnya mereka tampil dengan semangat idealisme:

membawa harapan generasi muda,

berbicara tentang meritokrasi,

transparansi,

dan politik bersih.

Tetapi ketika mulai dekat dengan kekuasaan, banyak yang akhirnya:

ikut larut dalam pragmatisme,

kehilangan sikap kritis,

berubah menjadi alat kepentingan elite,

dan lebih sibuk menjaga akses kekuasaan dibanding menjaga idealisme perjuangan.

Akibatnya, generasi muda kembali kecewa.

Karena mereka melihat bahkan partai yang mengatasnamakan anak muda pun akhirnya terseret ke dalam budaya politik lama:

politik pencitraan,

politik dinasti,

dan politik kompromi demi kekuasaan.

Di sinilah publik mulai sadar bahwa masalah terbesar politik Indonesia bukan sekadar pergantian generasi.

Baca Juga:  Dewan Pers Indonesia dan SPRI Ajukan 8 Tuntutan Kemerdekaan Pers kepada Presiden

Tetapi sistem kekuasaan oligarki yang mampu menyerap dan melemahkan hampir semua idealisme politik.

Intoleransi Tumbuh Saat Politik Kehilangan Moral

Hari ini bangsa ini masih menyaksikan:

penolakan rumah ibadah,

intimidasi terhadap kelompok minoritas,

ujaran kebencian,

pembubaran kegiatan ibadah,

dan diskriminasi yang kadang dibiarkan tumbuh di ruang publik.

Ironisnya, sebagian tindakan intoleransi sering memiliki hubungan dengan kepentingan politik.

Karena politik identitas terbukti efektif membangun emosi massa.

Akibatnya, demokrasi berubah menjadi arena ketakutan.

Dan rakyat kecil kembali menjadi korban.

Politik Hari Ini Terlalu Banyak Aktor, Terlalu Sedikit Negarawan

Indonesia sebenarnya tidak kekurangan politisi.

Setiap hari televisi penuh dengan:

perdebatan elite,

konferensi pers,

pencitraan,

dan slogan tentang rakyat.

Tetapi yang semakin langka adalah negarawan.

Pemimpin yang:

berani berkata benar,

siap melawan korupsi,

tidak takut kehilangan jabatan demi keadilan,

dan benar-benar bekerja untuk rakyat kecil.

Karena terlalu banyak orang masuk politik untuk:

kekuasaan,

proyek,

jabatan,

dan pengaruh.

Bukan untuk pengabdian.

Generasi Muda Mulai Muak dengan Politik Lama

Ini tanda zaman yang penting.

Generasi muda Indonesia hari ini mulai kehilangan kepercayaan terhadap pola politik lama.

Mereka lelah melihat:

drama elite,

janji kosong,

pencitraan media,

dan politisi yang berubah setelah berkuasa.

Anak muda sekarang lebih tertarik pada:

kejujuran,

transparansi,

kerja nyata,

dan keberanian moral.

Mereka tidak lagi mudah percaya pada slogan besar.

Karena generasi muda hidup langsung di tengah:

sulitnya pekerjaan,

mahalnya pendidikan,

ketidakpastian ekonomi,

dan ketimpangan sosial.

Mereka ingin politik yang lebih manusiawi.

Bukan politik yang hanya sibuk berebut kursi kekuasaan.

Gereja dan Tokoh Moral Tidak Boleh Hanya Menjadi Penonton

Di tengah krisis seperti ini, bangsa sebenarnya membutuhkan suara moral.

Baca Juga:  Samsul Bahri Ketua GWI :​Kekerasan terhadap Pers di Serang: Demokrasi di Ujung Tanduk

Tetapi yang terjadi justru banyak lembaga moral:

memilih aman,

takut bicara,

atau terlalu dekat dengan kekuasaan.

Padahal bangsa ini membutuhkan:

keberanian,

keteladanan,

dan suara yang mampu mengingatkan penguasa ketika mulai kehilangan hati nurani.

Karena jika semua diam, maka ruang publik akan sepenuhnya dikuasai oleh oligarki dan pragmatisme.

Indonesia Sedang Menunggu Politik yang Memiliki Hati

Bangsa ini sebenarnya tidak sedang mencari pemimpin yang paling pandai berbicara.

Rakyat sedang mencari:

pemimpin yang jujur,

berani,

sederhana,

dan benar-benar peduli kepada rakyat kecil.

Indonesia membutuhkan politik yang:

tidak menjual ketakutan,

tidak memecah bangsa,

dan tidak memperalat agama demi kekuasaan.

Politik harus kembali menjadi:

ruang pengabdian,

perjuangan keadilan,

dan alat menjaga masa depan bangsa.

Indonesia hari ini sedang menghadapi pertarungan besar: antara politik hati nurani dan politik kekuasaan.

Jika politik kekuasaan terus mendominasi, maka demokrasi hanya akan menjadi alat elite untuk mempertahankan pengaruh dan kekayaan.

Tetapi jika bangsa ini masih memiliki keberanian untuk membangun politik yang:

jujur,

bermoral,

adil,

dan berpihak kepada rakyat,

maka Indonesia masih memiliki harapan untuk bangkit menjadi negara yang benar-benar demokratis dan bermartabat.

Karena pada akhirnya, bangsa tidak hancur hanya karena korupsi atau perebutan kekuasaan.

Bangsa hancur ketika rakyat mulai percaya bahwa kejujuran tidak lagi punya tempat dalam politik.

Dan ketika hati nurani kalah oleh kekuasaan, di situlah demokrasi perlahan kehilangan jiwanya sendiri.

Ditulis oleh: Kefas Hervin Devananda
Jurnalis Senior Pewarna Indonesia, Penggiat Budaya, dan Aktivis 98

Bagikan Berita Ini
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Apa Reaksi Anda?
Suka0
Galau0
Kocak0
Terkejut0
Emosi0
BERITA SEBELUMNYA IMG 20260517 WA0009 Pasokan Pupuk Subsidi di Lilirilau Disorot, Luas Lahan Ribuan Hektare Dinilai Tak Seimbang dengan Distribusi
BERITA BERIKUTNYA IMG 20260517 WA0014 Ojol Baru *WHUUSH* Resmi Hadir di Jakarta, Usung Semangat “ *Dari Anak Bangsa untuk Bangsa”*
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Silakan Pilih Rating!

- Advertisement -

Berita Populer

IMG 20260628 WA0128
Nasional
PT.BMCM Akhirnya Berhasil Terbangkan PMI Ke Armenia
28 Juni 2026 28 Views
IMG 20260627 WA0253
Hukum
Diduga Terima Ancaman Melalui WhatsApp, Awak Media Berencana Tempuh Jalur Hukum
27 Juni 2026 21 Views
IMG 20260626 WA0161
Bisnis
PT Multi Medika Internasional Tbk Paparkan Arah Strategis 2026 dan Percepatan Ekspansi Bisnis Pabrik Popok dalam Public Expose Tahunan
26 Juni 2026 21 Views
IMG 20260627 WA0166
Pemerintahan
Kemenhub Gandeng U.S. Coast Guard Perkuat Implementasi ISPS Code di Batam
27 Juni 2026 20 Views
IMG 20260627 WA0054
Nasional
Nama Baiknya Dirusak, Ini Kata Ade Muksin, Ketua Panitia HPN Bekasi Raya 2026
27 Juni 2026 20 Views
IMG 20260629 WA0035
NasionalPendidikan
Sekolah Bantah Potong Dana PIP, Dinas Pendidikan Dampingi Pencairan di BRI, Advokat Soroti Keterlambatan
29 Juni 2026 19 Views
Jasa Pembuatan Website Berita
Jasa Website Jogja
Jasa Backdrop Event Jogja
Jasa Backdrop Jogja

Pendidikan

Sekolah Bantah Potong Dana PIP, Dinas Pendidikan Dampingi Pencairan di BRI, Advokat Soroti Keterlambatan
29 Juni 2026 19 Views
Pembangunan Revitalisasi Satuan Pendidikan (SMP) 3 Tunjung Teja Bersumber APBN Seharusnya Swakelola, Diduga Oleh Pihak Ke Tiga Jelas Langgar Aturan
12 Juni 2026 40 Views
DARI KETUKAN MENJADI KEBANGGAAN! SEMANGAT DRUMBAND SMP NEGERI 7 WAKRE TERUS DITEMPA
4 Juni 2026 47 Views
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang beserta Staf Mengucapkan , Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah / 2026 M
1 Juni 2026 54 Views
PSMTI Prihatin Calon Paskibraka Nasional Asal Makasar “Cathlyn Yvaeni Lesmana Gagal Lolos
28 Mei 2026 55 Views

Seputar Desa

IMG 20260622 WA0085
FRIC Soroti Sikap Kepala Desa Kaduagung yang Dinilai Sulit Dikonfirmasi, Komitmen Keterbukaan Informasi Dipertanyakan
22 Juni 2026 24 Views
IMG 20260519 WA0030
OPERASIONAL MOBIL SIAGA DESA PANIMBANG JAYA JADI PERDEBATAN
19 Mei 2026 78 Views
IMG 20260219 WA0190
Puluhan Juta per Desa, Mesin Mati Total: Ada Apa dengan Dana Desa 2021?
19 Februari 2026 269 Views
IMG 20260218 WA0209
Ketua BPD Waringin kurung”inisial”S N ) Diduga Rangkap Jabatan PNS, Publik Desak Penegakan Aturan
18 Februari 2026 273 Views
Jaga Sumber Air Pegunungan, Harun Abdul Khafizh Dukung Penghijauan Trajumas
22 Desember 2025 349 Views

Artikel Terkait:

BackgroundEraser 20240618 061414236
Nasional

Pimpinan & Jajaran Redaksi Rasionews.com ucapkan Selamat Hari Raya IdulAdha 1445H/ 2024M

18 Juni 2024 248 Views
IMG 20240117 WA0233 1
NasionalTNI – Polri

Polda Jateng Sebut Korsleting Exhaust Fan di Mushola, Jadi Penyebab Kebakaran Orange Karaoke Kota Tegal

17 Januari 2024 419 Views
IMG 20241215 092205
Nasional

Jaksa Agung: Dengan Semangat Natal, Warga Kristiani Kejaksaan RI Bertekad Menjadi Garam dan Terang dalam Penegakan Hukum

15 Desember 2024 136 Views
IMG 20260602 WA0026
Nasional

Ancol Siapkan Beragam Wahana dan Program Spesial Sambut Liburan Sekolah 2026

2 Juni 2026 41 Views
Rasio News
  • rasionews25@gmail.com
  • 0813-2345-7193
  • 0817717715
  • Berita
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • TNI – Polri
  • Yudikatif
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Edukasi
  • Seputar Desa
  • Advertorial
  • E-Paper
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Reading: Politik Indonesia Sedang Sakit: Ketika Kekuasaan Mengalahkan Hati Nurani
Share
Copyright © 2023 PT. Rafa Canasha Media
Selamat Datang di RasioNews.com!

Masuk ke Akun Anda