Masuk
Rasio NewsRasio NewsRasio News
  • Home
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • TNI – Polri
  • Yudikatif
  • Lebih
    • Bisnis
    • Teknologi
    • Hukum
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Edukasi
    • Seputar Desa
    • Advertorial
    • E-Paper
Reading: Ketika Politik Gagasan Menjadi Jalan Baru bagi Indonesia
Share
Rasio NewsRasio News
  • Home
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Yudikatif
  • TNI – Polri
  • Seputar Desa
  • Advertorial
  • E-Paper
Search
  • Home
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • TNI – Polri
  • Yudikatif
  • Lebih
    • Bisnis
    • Teknologi
    • Hukum
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Edukasi
    • Seputar Desa
    • Advertorial
    • E-Paper
Sudah punya akun? Masuk
Follow US
Rasio News > Berita > artikel > Ketika Politik Gagasan Menjadi Jalan Baru bagi Indonesia
artikel

Ketika Politik Gagasan Menjadi Jalan Baru bagi Indonesia

Terakhir diperbarui: 26 Juni 2026 21:15
Reporter Redaksi Diposting 26 Juni 2026 32 Views
Share
IMG 20260626 WA0219
SHARE

 

Oleh: Kefas Hervin Devananda

Indonesia telah memasuki babak baru dalam perjalanan demokrasinya. Lebih dari delapan dekade setelah kemerdekaan diproklamasikan dan lebih dari dua puluh lima tahun sejak Reformasi bergulir, demokrasi Indonesia menunjukkan kemajuan yang patut diapresiasi. Pemilu berlangsung secara konstitusional, pergantian kepemimpinan berjalan damai, dan ruang partisipasi politik masyarakat semakin terbuka.

Namun, kematangan demokrasi tidak cukup diukur dari seberapa sering rakyat datang ke tempat pemungutan suara. Demokrasi yang sehat harus mampu menghadirkan keadilan, menjamin rasa aman, memperkuat persatuan nasional, dan memastikan bahwa setiap warga negara benar-benar merasakan kehadiran negara dalam kehidupan sehari-hari.

Di sinilah saya melihat tantangan terbesar demokrasi Indonesia hari ini.

Di satu sisi, kita menyaksikan pembangunan nasional terus berjalan. Di sisi lain, masih banyak masyarakat yang merasakan adanya kesenjangan dalam berbagai aspek kehidupan. Pertumbuhan ekonomi belum selalu diikuti dengan pemerataan kesejahteraan. Di berbagai daerah masih terdapat ketimpangan akses terhadap pendidikan yang berkualitas, pelayanan kesehatan, lapangan pekerjaan, infrastruktur, hingga akses terhadap teknologi dan permodalan.

Pada saat yang sama, biaya hidup terus meningkat. Harga kebutuhan pokok, biaya pendidikan, layanan kesehatan, perumahan, transportasi, hingga kebutuhan ekonomi digital semakin menjadi tantangan bagi banyak keluarga Indonesia. UMKM dituntut beradaptasi dengan persaingan global, petani menghadapi tantangan produktivitas dan stabilitas harga, nelayan menghadapi ketidakpastian hasil tangkapan, sementara generasi muda memasuki dunia kerja yang semakin kompetitif akibat perkembangan teknologi dan perubahan struktur ekonomi.

Dalam kondisi seperti ini, politik tidak cukup hanya hadir saat musim kampanye. Politik harus mampu menghadirkan solusi yang nyata. Partai politik tidak boleh hanya menjadi kendaraan menuju kekuasaan, tetapi harus menjadi pusat lahirnya gagasan, laboratorium kebijakan publik, dan jembatan antara aspirasi rakyat dengan arah pembangunan nasional.

Baca Juga:  Kapolri Hadiri Pembukaan Kongres XXI PMII di Palembang

Namun tantangan bangsa tidak berhenti pada persoalan ekonomi.

Dalam beberapa tahun terakhir, kita juga masih menyaksikan berbagai peristiwa yang mengusik nurani kebangsaan. Masih terjadi kasus-kasus intoleransi, diskriminasi, intimidasi, persekusi, penolakan terhadap kelompok masyarakat tertentu, pembatasan kebebasan beribadah, hingga tindakan main hakim sendiri yang mencederai prinsip negara hukum.

Perbedaan pilihan politik terkadang memutus tali persaudaraan. Perbedaan keyakinan masih dapat memunculkan gesekan sosial. Bahkan dalam beberapa kasus, tekanan massa terlihat lebih cepat bekerja daripada mekanisme hukum yang seharusnya menjadi panglima dalam negara demokrasi.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa demokrasi Indonesia masih menghadapi pekerjaan rumah yang besar. Negara tidak boleh membiarkan rasa takut menggantikan rasa keadilan. Negara tidak boleh kalah oleh intimidasi. Dan negara tidak boleh membiarkan satu pun warga negaranya kehilangan hak-hak konstitusional hanya karena identitas, keyakinan, pilihan politik, atau latar belakang sosialnya.

Menurut saya, persoalan-persoalan inilah yang seharusnya menjadi fokus utama politik Indonesia ke depan.

Politik harus berhenti menjadi arena yang hanya sibuk menghitung koalisi, elektabilitas, dan kemenangan jangka pendek. Politik harus kembali menjadi instrumen untuk memperjuangkan keadilan sosial, mempersempit kesenjangan, memperkuat persatuan nasional, dan memastikan bahwa pembangunan benar-benar menghadirkan manfaat bagi seluruh rakyat Indonesia.

Di tengah dinamika tersebut, saya melihat kehadiran Partai Setara (PAS) sebagai sebuah fenomena politik yang menarik untuk dicermati.

Bukan karena Indonesia kekurangan partai politik. Demokrasi telah memberikan ruang bagi siapa pun untuk mendirikan partai sesuai dengan konstitusi. Tantangan sesungguhnya bukanlah jumlah partai, melainkan apakah masih ada partai yang berani menawarkan gagasan besar tentang masa depan Indonesia.

Menurut saya, PAS mencoba mengambil ruang itu.

Alih-alih membangun identitas melalui politik identitas atau sekadar retorika populis, PAS memilih menjadikan kesetaraan sebagai fondasi perjuangannya.

Baca Juga:  Mengetuk Nurani Pimpinan Pertamina Hormati Putusan Pengadilan Selesaikan Penderitaan Rakyat Tidak Melakukan Banding Bayarlan Kerugian Materil Dan Immateril Secara Tunai Sekaligus

Pilihan tersebut memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar slogan politik.

Kesetaraan berarti setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang baik, pelayanan kesehatan yang layak, pekerjaan yang bermartabat, akses terhadap modal usaha, perlindungan hukum yang adil, kebebasan menjalankan keyakinannya sesuai konstitusi, serta kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam pembangunan nasional.

Kesetaraan juga berarti memperkecil jurang antara yang kuat dan yang lemah, antara pusat dan daerah, antara mereka yang memiliki akses terhadap kekuasaan dengan masyarakat yang selama ini merasa kurang didengar. Kesetaraan bukan berarti menyeragamkan hasil, tetapi memastikan bahwa setiap warga negara memiliki kesempatan yang adil untuk berkembang.

Yang menarik lagi, PAS tidak lahir hanya dari ruang-ruang elite politik. Partai ini digagas oleh rohaniawan, wartawan-wartawan senior, aktivis sosial, buruh, petani, mahasiswa, akademisi, kaum profesional, dan generasi muda.

Bagi saya, keberagaman tersebut mencerminkan semangat bahwa politik seharusnya menjadi rumah bersama. Kehadiran rohaniawan membawa dimensi moral, wartawan membawa budaya kritis dan kontrol terhadap kekuasaan, aktivis menghadirkan keberpihakan kepada masyarakat, petani dan buruh membawa realitas kehidupan ekonomi rakyat, sementara mahasiswa dan generasi muda menghadirkan idealisme, inovasi, dan energi perubahan.

Namun saya juga menyadari bahwa sejarah politik Indonesia memberikan pelajaran penting.

Banyak partai lahir dengan idealisme yang tinggi, tetapi tidak semuanya mampu mempertahankan idealisme ketika berhadapan dengan realitas kekuasaan. Oleh karena itu, tantangan terbesar PAS bukan sekadar memperoleh dukungan rakyat atau memenangkan pemilu. Tantangan yang jauh lebih besar adalah menjaga konsistensi antara nilai yang diperjuangkan dengan tindakan yang dilakukan.

Apakah PAS akan tetap berbicara tentang kesetaraan ketika berhadapan dengan kepentingan politik?

Apakah PAS akan tetap membela hak-hak konstitusional warga negara tanpa membedakan mayoritas maupun minoritas?

Baca Juga:  Ada Pemberitaan di Media online tidak Benar Yeti Rohaeti angkat Bicara

Apakah PAS akan tetap memperjuangkan pemerataan pembangunan ketika berada dalam lingkaran kekuasaan?

Pertanyaan-pertanyaan itulah yang pada akhirnya akan dijawab oleh perjalanan sejarah.

Saya berharap PAS tidak sekadar menjadi partai politik baru, tetapi mampu berkembang menjadi partai gagasan. Partai yang melahirkan kebijakan berbasis riset, membangun kader berdasarkan integritas dan kapasitas, membuka ruang bagi generasi muda, perempuan, akademisi, pelaku UMKM, petani, buruh, tokoh agama, dan seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama merumuskan masa depan Indonesia.

Karena menurut saya, Indonesia tidak sedang mengalami krisis demokrasi. Indonesia sedang membutuhkan politik yang lebih berkualitas.

Politik yang mampu mempersempit kesenjangan sosial.

Politik yang menghadirkan kepastian hukum.

Politik yang melindungi seluruh warga negara dari intimidasi dan diskriminasi.

Politik yang memperkuat ekonomi rakyat.

Politik yang mempersatukan, bukan memecah belah.

Dan politik yang menjadikan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar slogan seremonial, tetapi pedoman nyata dalam setiap kebijakan.

Apabila Partai Setara (PAS) mampu menjaga konsistensi terhadap nilai-nilai tersebut, maka PAS berpeluang menghadirkan warna baru dalam demokrasi Indonesia. Bukan karena ia adalah partai yang paling besar, tetapi karena ia berani memulai dari sesuatu yang semakin langka dalam politik Indonesia hari ini: gagasan, integritas, dan keberanian untuk memperjuangkan kesetaraan sebagai jalan menuju keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Karena pada akhirnya, politik yang besar bukanlah politik yang berhasil merebut kekuasaan, melainkan politik yang mampu mengembalikan kepercayaan rakyat bahwa negara hadir untuk semua, hukum berlaku untuk semua, kesempatan terbuka bagi semua, dan Indonesia benar-benar menjadi rumah bersama bagi seluruh anak bangsa tanpa kecuali.

Bagikan Berita Ini
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Apa Reaksi Anda?
Suka0
Galau0
Kocak0
Terkejut0
Emosi0
BERITA SEBELUMNYA IMG 20260626 WA0161 PT Multi Medika Internasional Tbk Paparkan Arah Strategis 2026 dan Percepatan Ekspansi Bisnis Pabrik Popok dalam Public Expose Tahunan
BERITA BERIKUTNYA IMG 20260627 WA0054 Nama Baiknya Dirusak, Ini Kata Ade Muksin, Ketua Panitia HPN Bekasi Raya 2026
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Silakan Pilih Rating!

- Advertisement -

Berita Populer

IMG 20260805 WA0000
Ekonomi
PT.BMCM & LPK Kembali Berangkatkan Tenaga Kerja Migran Ke Armenia
5 Agustus 2026 28 Views
IMG 20260805 WA0061
Nasional
Pengakuan Penjual Pil Koplo Soal Dugaan “Setoran” Mengguncang Cianjur, KDM Bergerak, Publik Tagih Ketegasan Polda Jabar
5 Agustus 2026 25 Views
IMG 20260805 WA0115
TNI – Polri
Kapolda Banten Hadiri Ground Breaking Pembangunan Gedung Kantor DPD RI di Ibu Kota Provinsi Banten
5 Agustus 2026 20 Views
IMG 20260806 WA0052
Nasional
Samsat Kabupaten Bekasi Genjot Layanan & Kepatuhan Pajak Agustus 2026
6 Agustus 2026 17 Views
IMG 20260810 WA0121
TNI – Polri
Polda Banten Hadirkan Layanan SIM Keliling untuk Masyarakat Bayah, Lebak
10 Agustus 2026 14 Views
IMG 20260808 WA0174
Nasional
Ketua Umum APKOMINDO: HUT Ke-81 Kemerdekaan RI Momentum Memperkuat Kedaulatan Digital, Inovasi Teknologi, dan Kepastian Hukum Menuju Indonesia Emas 2045
8 Agustus 2026 14 Views
Jasa Website & Artikel SEO
Jasa Website & Artikel SEO

Pendidikan

Mendekati HUT ke-81 Republik Indonesia, Kadisdik Kota Tangerang Ajak Masyarakat Wujudkan Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur
1 Agustus 2026 23 Views
Saat Hujan Tergenang, Lapangan Upacara SD Negeri Ciruas 5 Dinilai Perlu Segera Direhabilitasi
28 Juli 2026 31 Views
500 Atlet Ramaikan Festival Renang Piala Disdikbud Tangsel 2026, Akuatik Banten Apresiasi Pembinaan Bibit Juara
26 Juli 2026 31 Views
Universitas Paramadina – INDEF: Ini PR Besar RI untuk Tembus Pasar Halal Global
24 Juli 2026 34 Views
Silaturahmi Insan Pers di Saung Jurnalis detikPerkara: Menyatukan Langkah, Meneguhkan Kepedulian kepada Anak Yatim
15 Juli 2026 35 Views

Seputar Desa

IMG 20260807 WA0079
Jumat Berkah di Nerogtog: Lurah Santuni Anak Yatim dan Kaum Dhuafa
7 Agustus 2026 12 Views
IMG 20260724 WA0216
Pemerintah Desa Harapankarya Apresiasi Bantuan Rumah Layak Huni Rp25 Juta dari BAZNAS Provinsi Banten
24 Juli 2026 38 Views
Screenshot 20260707 150907
Pencapaian Desa Cawet Sukseskan PTSL 2026 dengan Antusias Pendaftar Warga Desa
7 Juli 2026 161 Views
IMG 20260622 WA0085
FRIC Soroti Sikap Kepala Desa Kaduagung yang Dinilai Sulit Dikonfirmasi, Komitmen Keterbukaan Informasi Dipertanyakan
22 Juni 2026 63 Views
IMG 20260519 WA0030
OPERASIONAL MOBIL SIAGA DESA PANIMBANG JAYA JADI PERDEBATAN
19 Mei 2026 121 Views

Artikel Terkait:

IMG 20240901 WA00182
artikelTNI – Polri

Kapolri Tegaskan TNI-Polri Siap Amankan KTT IAF di Bali

1 September 2024 164 Views
IMG 20240604 WA0023 1
artikelTNI – Polri

Kapolres Lebak Pimpin Apel Bhabinkamtibmas Jajaran Polres Lebak Tahun 2024

4 Juni 2024 193 Views
IMG 20240707 WA0021
artikelTNI – Polri

Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes pol Ongky Isgunawan,S.I.K : Polda Papua Barat Gelar Sidang Akhir Penerimaan Bintara Polri T.A 2024

7 Juli 2024 233 Views
IMG 20240910 WA0028
artikelTNI – Polri

Temui Personel yang Jadi Penggali Kubur, Kapolri : Terus Menjadi Polisi Baik untuk Masyarakat

10 September 2024 186 Views
Rasio News
  • rasionews25@gmail.com
  • 0813-2345-7193
  • 0817717715
  • Berita
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • TNI – Polri
  • Yudikatif
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Edukasi
  • Seputar Desa
  • Advertorial
  • E-Paper
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Reading: Ketika Politik Gagasan Menjadi Jalan Baru bagi Indonesia
Share
Copyright © 2023 PT. Rafa Canasha Media
Selamat Datang di RasioNews.com!

Masuk ke Akun Anda