Tangerang ll RasioNews.com ll Menurut Keterangan Drg Reta Rianti Kepala UPTD Puskesmas Cisoka Kab Tangerang Provinsi Banten, saat diminta klarifikasi oleh awak media dihadapan Sumartono selaku Camat Cisoka dan para awak media, Drg Reta dalam wawancaranya menegaskan bahwa
Nopi Haerani saat datang ke Puskesmas Cisoka sebelum meninggal dunia keadaannya memang sangat parah dan sudah sesak dengan luka lebam di kaki dan tangan lalu pihak puskesmas melakukan pemeriksaan dan harus mengecek ke Laboratorium dan setelah hasil cek keluar pasien harus segera dirujuk ke rumah sakit, akan tetapi pada saat proses ayah dan ibu Nopi menolak untuk dirujuk inginnya dirawat di puskesmas tapi pihak puskesmas tidak bisa melakukan penanganan di puskesmas cisoka karena keterbatasan pasilitas, Nopi Haerani keadaannya sudah gawat dan harus di rujuk akan tetapi pasien menolak dan kami pihak puskesmas selalu kontrol, monitor dan melakukan pemeriksaan terus karena pasien sedang gawat dan pihak puskesmas tidak mungkin meninggalkan keterangan Kapus itu tidak sesuai prosedur.
Saat Nopi di puskesmas Dr ayu terus membujuk keluarga nopi untuk segera dirujuk sekira pukul 11 siang karena posisi pasien sudah semakin parah, Drg Reta Rianti selaku Kepala UPTD Puskesmas Cisoka menjelaskan pada awak media
” Saya klarifikasi awal kejadian Nopi Haerani di Puskesmas Cisoka pada tanggal 17 September 2026 dan Nopi Haerani keadaannya waktu itu memang sudah cukup parah dimana pasien ini sudah sesak kemudian pucat ada lebam, lebam di tubuhnya atau di kaki dan tangan kemudian kami melakukan pemeriksaan setelah itu memang harus di cek leb dulu setelah hasil keluar itu memang harus segera dirujuk ke rumah sakit tetapi pada saat proses itu keluarga menolak di orang tuanya bukan mamangnya tapi ayah dan ibunya menolak untuk dirujuk inginnya dirawat dipuskesmas saja tetapikan kita tidak bisa melakukan penanganan di puskesmas karena keterbatasan pasilitas kita pasien Nopi Haerani itukan keadaannya sudah gawat jadi harus segera dirujuk tetapi pasien menolak kita terus melakukan kontrol , monitor dan pemeriksaan terus karenakan kita monitor karenakan pasiennya gawat kita tidak mungkin meninggalkan karena itu tidak sesuai prosedur kami kemudian keadaan pasien semakin keadaan penurunan disaat itu, dokter ayu terus membujuk keluarga untuk segera mau dirujuk baru mau pada jam 11 lebih sedangkan posisi pasien itu sudah semakin parah setelah akhirnya mau kita lakukan perujukan kita konfirmasi rumah sakit Kitakan gak tiba tiba dihubungi langsung masuk karena kita ada persiapan dulu pada saat persiapan pasien kita sudah sesuai prosedur tetapi keadaan pasien itu sudah semakin menurun sudah dianggap drop jadi kita harus ganti pengobatannya jadi waktu itu sudah Mulai untuk bantuan nafas karena pasien sudah bener” ngedrop jadi tidak mungkin kita pun ngangkat tidak bisa jadi kita harus persiapkan stabilisasi pasien dahulu sesuai prosedur nah pada saat proses itu kita sudah berusaha semaksimal mungkin sudah tidak bisa ditolong tidak keburu dirujuk sudah keburu meninggal jadi tidak ada pembiaran ataupun kelalaian media kami untuk membiarkan pasien tersebut dilama lamakan dibawa ke rumah sakit karena memang kondisi pasiennya itu karena memang sudah gawat memang sudah darurat sudah gawat disaat almarhum masuk ke UGD Puskesmas Cisoka ,’ Kata Drg Reta Rianti kepala Puskesmas Cisoka saat di wawancara awak media dihadapan camat cisoka, Senin (21/9/2026) Siang.
Kapus Menegaskan bahwa saat menangani Nopi Haerani Pihak puskesmas tidak lalai seperti apa yang diberitakan dimedia sosial, pihak puskesmas sudah berusaha semaksimal untuk bisa menangani Nopi
” saya tegaskan kita tidak lalai dalam melakukan penanganan atas nama almarhum Nopi Haerani karena kami sudah melakukan yang sebisa mungkin, secara medis kita tidak bisa meninggalkan SOP kita sejalan jadi pada saat kita menangani Pasien kegawatdaruratan seperti itu sejalan jadi SOP akan berjalan seiringan dalam waktu yang bersamaan kita sambil berjalan kita sambil melakukan SOP jadi kami tidak semata mata Mengedepankan SOP jadi kita ya tetap menjalankan tindakan itu sudah terbungkus kedalam SOP itu,” Ucapnya.



