Jakarta ll RasioNews.com – Dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali disuarakan dalam sebuah kegiatan yang diisi dengan santunan anak yatim dan silaturahmi masyarakat. Dalam kesempatan itu, pembicara menilai pelaksanaan kegiatan berlangsung baik meski masih berskala kecil, dengan tingkat keberhasilan yang disebut mencapai sekitar 90 persen.
Menurutnya, program MBG merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Ia mengaitkan pentingnya pemenuhan gizi dengan sejarah bangsa-bangsa yang berhasil membangun generasi unggul melalui perbaikan asupan nutrisi.
Ia mencontohkan Jepang yang bangkit setelah Perang Dunia II dengan memperkuat kualitas gizi masyarakat, termasuk meningkatkan konsumsi protein. Menurutnya, langkah tersebut turut berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kesehatan dan daya saing masyarakat Jepang di berbagai bidang.
Ia juga menegaskan bahwa program makan bergizi bukanlah kebijakan yang baru di dunia. Sejumlah negara seperti China dan India juga telah menjalankan program serupa sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas generasi muda.
Meski demikian, ia mengakui pelaksanaan program pemerintah tidak lepas dari berbagai kekurangan. Karena itu, pengawasan dan evaluasi harus terus dilakukan agar manfaat program benar-benar diterima masyarakat yang berhak.
“Kalau ada penyimpangan, yang diperbaiki adalah pelaksanaannya, bukan menghentikan programnya. Kesalahan oknum harus ditindak, bukan program yang dikorbankan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung pentingnya pengelolaan sumber daya alam dan ekspor nasional yang lebih terintegrasi. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan upaya agar kekayaan alam Indonesia memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat dan tidak banyak mengalami kebocoran.
Ia menilai kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan resistensi dari kelompok-kelompok yang selama ini memiliki kepentingan dalam tata niaga ekspor. Namun demikian, ia berharap pemerintah tetap konsisten menjalankan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan nasional.
Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk tetap bersikap kritis terhadap pelaksanaan berbagai program pemerintah. Kritik, menurutnya, diperlukan agar potensi penyimpangan, kebocoran anggaran, maupun praktik penyalahgunaan wewenang dapat segera ditindak.
Ia mengapresiasi langkah aparat penegak hukum yang disebut telah mengambil tindakan terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan penyimpangan dalam pelaksanaan program MBG.
Menutup penyampaiannya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh budaya, komunitas, dan berbagai organisasi sosial, untuk bersama-sama membangun kepedulian terhadap anak-anak, yatim piatu, serta masyarakat yang membutuhkan sebagai bagian dari upaya memperkuat persatuan dan kualitas generasi penerus bangsa.
Gaya berita ini dibuat mengikuti karakter pemberitaan Kompas: berimbang, lugas, fokus pada fakta, dan meminimalkan opini dalam narasi.
Reporter: Susylawaty




