Masuk
Rasio NewsRasio NewsRasio News
  • Home
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • TNI – Polri
  • Yudikatif
  • Lebih
    • Bisnis
    • Teknologi
    • Hukum
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Edukasi
    • Seputar Desa
    • Advertorial
    • E-Paper
Reading: POLITIK TANPA HATI NURANI AKAN MELAHIRKAN BANGSA YANG KEHILANGAN ARAH
Share
Rasio NewsRasio News
  • Home
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Yudikatif
  • TNI – Polri
  • Seputar Desa
  • Advertorial
  • E-Paper
Search
  • Home
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • TNI – Polri
  • Yudikatif
  • Lebih
    • Bisnis
    • Teknologi
    • Hukum
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Edukasi
    • Seputar Desa
    • Advertorial
    • E-Paper
Sudah punya akun? Masuk
Follow US
Rasio News > Berita > Nasional > POLITIK TANPA HATI NURANI AKAN MELAHIRKAN BANGSA YANG KEHILANGAN ARAH
Nasional

POLITIK TANPA HATI NURANI AKAN MELAHIRKAN BANGSA YANG KEHILANGAN ARAH

Terakhir diperbarui: 27 Mei 2026 10:02
Reporter Redaksi Diposting 27 Mei 2026 8 Views
Share
IMG 20260527 WA0123
SHARE

 

 

SAATNYA KAUM MINORITAS DAN GENERASI MUDA MEMBANGUN RUMAH PERJUANGAN POLITIK SENDIRI

Indonesia sedang memasuki zaman yang aneh.

Di negeri yang katanya menjunjung demokrasi, rakyat justru semakin sering merasa jauh dari politik. Di negeri yang selalu berbicara tentang persatuan, masyarakat justru semakin mudah dipecah karena perbedaan pilihan dan identitas. Dan di negeri yang lahir dari semangat gotong royong, politik perlahan berubah menjadi panggung perebutan kekuasaan yang penuh kepentingan kelompok dan dinasti.

Hari ini rakyat melihat sendiri bagaimana politik semakin mahal, semakin elitis, dan semakin sulit disentuh masyarakat kecil.

Partai-partai politik berlomba menampilkan citra kerakyatan, tetapi di belakang layar masyarakat mulai menyaksikan munculnya lingkaran kekuasaan yang hanya berputar pada nama, keluarga, dan kelompok tertentu. Bahkan partai yang dahulu dipandang sebagai simbol anak muda dan harapan perubahan kini mulai dipertanyakan independensinya karena dianggap terlalu dekat dengan politik dinasti dan kepentingan elit.

Akibatnya, rakyat kecil kembali menjadi penonton.

Kaum minoritas kembali hanya dijadikan angka statistik saat pemilu. Generasi muda hanya dijadikan mesin kampanye digital. Sementara setelah kekuasaan diperoleh, suara masyarakat perlahan dilupakan.

Inilah kenyataan politik Indonesia hari ini.

Padahal bangsa ini tidak dibangun untuk diwariskan kepada segelintir keluarga atau kelompok tertentu. Indonesia lahir dari darah, air mata, dan perjuangan banyak golongan yang berbeda-beda.

Konstitusi Indonesia dengan tegas menyatakan dalam Pasal 27 ayat (1) UUD 1945 bahwa seluruh warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum dan pemerintahan. Artinya, demokrasi tidak boleh hanya dikuasai oligarki, modal besar, atau dinasti politik tertentu.

Namun realitas di lapangan sering berkata lain.

Kelompok minoritas masih sering mengalami perlakuan yang melukai rasa keadilan. Rumah ibadah dipersulit. Aktivitas keagamaan mendapat tekanan. Masyarakat adat kehilangan tanah ulayat karena kepentingan investasi. Kelompok disabilitas masih berjuang memperoleh akses yang setara. Penghayat kepercayaan masih menghadapi stigma sosial. Bahkan masyarakat kecil di pedalaman sering hanya menjadi objek pembangunan tanpa benar-benar didengar suaranya.

Baca Juga:  Laskar Ka'bah Dukung Deklarasi Bachrudin Nasori,S.Si.,MM Calon DPR RI DAPIL IX

Peristiwa-peristiwa intoleransi dan persekusi yang terjadi di berbagai daerah menjadi alarm bahwa demokrasi Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah besar dalam menjaga keadilan bagi seluruh rakyat.

Peristiwa di Bantul yang sempat menjadi perhatian publik hanyalah satu dari sekian banyak kejadian yang membuka mata masyarakat bahwa kebebasan beribadah dan perlindungan terhadap kelompok minoritas masih belum sepenuhnya aman.

Namun yang lebih memprihatinkan adalah sikap sebagian masyarakat Kristen sendiri yang sering hanya marah di media sosial, mengeluh di ruang percakapan, tetapi tidak mau masuk ke dalam sistem perjuangan politik.

Padahal sejarah membuktikan: jika orang-orang baik terus menjauh dari politik, maka kekuasaan akan terus diisi oleh mereka yang hanya haus jabatan dan kepentingan pribadi.

Karena itu, kaum minoritas dan generasi muda harus mulai sadar bahwa mereka membutuhkan rumah perjuangan politik sendiri. Rumah yang lahir bukan dari ambisi kekuasaan, tetapi dari kesadaran untuk menjaga keadilan, kebebasan, dan masa depan demokrasi Indonesia.

Di sinilah kehadiran partai Kristen menjadi penting.

Partai Kristen tidak boleh hanya menjadi simbol agama atau alat kepentingan elit tertentu. Jika itu yang terjadi, maka partai tersebut akan gagal memahami panggilan sejarahnya.

Partai Kristen harus menjadi rumah perjuangan moral dan kebangsaan.

Rumah bagi rakyat kecil yang lelah melihat politik penuh kebohongan.
Rumah bagi kaum minoritas yang sering merasa tidak memiliki perlindungan politik.
Rumah bagi generasi muda yang merindukan politik bersih dan berintegritas.
Dan rumah bagi semua anak bangsa yang percaya bahwa politik seharusnya dipakai untuk melayani rakyat, bukan melayani keserakahan.

Namun perjuangan itu tidak boleh dibangun dengan kebencian terhadap kelompok lain.

Indonesia terlalu besar untuk dipelihara dengan politik permusuhan.

Baca Juga:  Konsisten Jalankan Reforma Agraria, Kementerian ATR/BPN Raih Rural Development dan Regional Equity di CNN Indonesia Award 2025

Leluhur Nusantara sejak dahulu telah mengajarkan bahwa kekuatan bangsa lahir dari persaudaraan dan penghormatan terhadap sesama manusia.

Orang Jawa mengenal falsafah “Rukun agawe santosa, crah agawe bubrah” — kerukunan membawa kekuatan, perpecahan membawa kehancuran.

Masyarakat Bugis mengenal nilai “Sipakatau” yang berarti saling memanusiakan manusia.

Masyarakat Minahasa memiliki filosofi “Si Tou Timou Tumou Tou” — manusia hidup untuk memanusiakan manusia lain.

Sementara budaya Batak mengajarkan Dalihan Na Tolu, sebuah filosofi tentang keseimbangan, penghormatan, dan tanggung jawab sosial dalam kehidupan bersama.

Nilai-nilai budaya Nusantara itu sebenarnya sedang mengingatkan Indonesia bahwa politik tanpa hati nurani akan melahirkan bangsa yang kehilangan arah.

Karena itu, partai Kristen harus hadir membawa wajah politik yang berbeda.

Bukan politik yang sibuk memainkan isu agama demi suara.
Bukan politik yang menjual penderitaan rakyat demi pencitraan.
Bukan politik yang membangun dinasti kekuasaan.

Tetapi politik yang menghadirkan keberanian moral.
Politik yang melindungi rakyat kecil.
Politik yang menjaga toleransi.
Politik yang memperjuangkan pendidikan, kesejahteraan, dan keadilan sosial.
Serta politik yang berani bersuara ketika ketidakadilan terjadi.

Kaum muda Kristen juga harus mulai membuka mata.

Jangan hanya aktif membuat konten rohani tetapi takut berbicara tentang masa depan bangsa. Jangan hanya menjadi penonton yang sibuk mengkritik keadaan tanpa mau terlibat membawa perubahan.

Indonesia membutuhkan generasi muda yang bukan hanya pintar berbicara, tetapi memiliki integritas, keberanian moral, dan hati untuk melayani rakyat.

Karena masa depan bangsa ini tidak boleh terus diserahkan kepada mereka yang hanya melihat politik sebagai jalan mempertahankan kekuasaan keluarga dan kelompok tertentu.

Pada akhirnya, perjuangan politik bukan soal siapa yang paling kuat atau paling kaya. Perjuangan politik adalah tentang siapa yang masih memiliki hati nurani untuk berdiri bersama rakyat ketika banyak orang memilih diam.

Baca Juga:  Pekerjaan PT Oja Jaya Mandiri Diduga Menuai Keluhan Masyarakat

Dan ketika kaum minoritas mulai bersatu, generasi muda mulai sadar politik, serta rakyat kecil mulai berani memiliki rumah perjuangan sendiri, saat itulah demokrasi Indonesia sedang menemukan kembali jiwanya sebagai bangsa yang besar, beradab, dan bermartabat.

Penulis:
Kefas Hervin Devananda (Romo Kefas)
Jurnalis Pewarna Indonesia dan Penggiat Budaya

Bagikan Berita Ini
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Apa Reaksi Anda?
Suka0
Galau0
Kocak0
Terkejut0
Emosi0
BERITA SEBELUMNYA IMG 20260527 WA0084 Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Kota Tangerang Mengucapkan , Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah / 2026 M
BERITA BERIKUTNYA IMG 20260527 WA0157 Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Mengucapkan , Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah / 2026 M
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Silakan Pilih Rating!

- Advertisement -

Berita Populer

IMG 20260521 WA0023
TNI – Polri
Aksi Subuh Bobol Rumah di Kosambi Berakhir di Tangan Polisi, 2 Pelaku Curanmor Dibekuk
21 Mei 2026 29 Views
IMG 20260522 WA0003
TNI – Polri
Satresnarkoba Polres Metro Tangerang Kota Gerebek Pengedar Tramadol di Pinang, Ratusan Pil Disita
22 Mei 2026 28 Views
IMG 20260522 WA0014
Nasional
Pembangunan Huntap Korban Banjir Aceh Tamiang Hampir Rampung Seluruhnya
22 Mei 2026 27 Views
IMG 20260523 WA0023
Pemerintahan
Berantas Mafia Tanah, Ini Cara Melapor ke Kementerian ATR/BPN
23 Mei 2026 25 Views
IMG 20260524 WA0029
Nasional
Reporter kabar Bahri Alami Intimidasi Saat Investigasi Dapur MBG di Sidamukti Pandeglang
24 Mei 2026 22 Views
IMG 20260523 WA0065
Nasional
PELNI Raih CSR Award 2026 melalui Program TJSL bisa menyentuh hingga ke Pelosok daerah
23 Mei 2026 21 Views
Jasa Pembuatan Website Berita
Jasa Website Jogja
Jasa Backdrop Event Jogja
Jasa Backdrop Jogja

Pendidikan

PSMTI Prihatin Calon Paskibraka Nasional Asal Makasar “Cathlyn Yvaeni Lesmana Gagal Lolos
28 Mei 2026 3 Views
Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon Mengucapkan , Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah / 2026 M
26 Mei 2026 10 Views
Kepsek SDN Padurenan IV All Out Dukung Siswa, Dua Atlet Cilik Sabet Juara Atletik O2SN
7 Mei 2026 68 Views
IKAFEB UNAND Gelar Kegiatan Halal Bihalal Antar Alumni FEB UNAND di Jakarta Pusat
26 April 2026 76 Views
Transformasi Pendidikan Butuh Kolaborasi, Wamendikdasmen Fajar Soroti Peran Sekolah dan Guru
24 April 2026 82 Views

Seputar Desa

IMG 20260519 WA0030
OPERASIONAL MOBIL SIAGA DESA PANIMBANG JAYA JADI PERDEBATAN
19 Mei 2026 38 Views
IMG 20260219 WA0190
Puluhan Juta per Desa, Mesin Mati Total: Ada Apa dengan Dana Desa 2021?
19 Februari 2026 219 Views
IMG 20260218 WA0209
Ketua BPD Waringin kurung”inisial”S N ) Diduga Rangkap Jabatan PNS, Publik Desak Penegakan Aturan
18 Februari 2026 229 Views
Jaga Sumber Air Pegunungan, Harun Abdul Khafizh Dukung Penghijauan Trajumas
22 Desember 2025 301 Views
img 1763207046807
Pekerjaan Dana Desa Cirebon Baru Di Duga Jadi Ajang Korupsi?
15 November 2025 437 Views

Artikel Terkait:

Jenderal Dudung Abdurahman Rilis Single Religy “Jangan Lupa Berdoa”

27 Februari 2026 60 Views
IMG 20240313 WA0056
NasionalTNI – Polri

Bawa Sabu Dalam Bungkus Rokok, Warga Pekalongan Ditangkap Polisi

13 Maret 2024 294 Views
IMG 20240620 WA0010
NasionalPolitik

RIBUAN MASA KAWAL MAS PRAS KE KANTOR DPC GERINDRA KABUPATEN TEGAL

20 Juni 2024 569 Views
IMG 20250304 WA0011
Nasional

JALAN DI ATAS JEMBATAN KUKUN BERLUBANG, SANGAT MEMBAHAYAKAN PENGENDARA, UNIT UPT PEMELIHARAAN KEMANA?

4 Maret 2025 112 Views
Rasio News
  • rasionews25@gmail.com
  • 0813-2345-7193
  • 0817717715
  • Berita
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • TNI – Polri
  • Yudikatif
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Edukasi
  • Seputar Desa
  • Advertorial
  • E-Paper
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Reading: POLITIK TANPA HATI NURANI AKAN MELAHIRKAN BANGSA YANG KEHILANGAN ARAH
Share
Copyright © 2023 PT. Rafa Canasha Media
Selamat Datang di RasioNews.com!

Masuk ke Akun Anda