Masuk
Rasio NewsRasio NewsRasio News
  • Home
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • TNI – Polri
  • Yudikatif
  • Lebih
    • Bisnis
    • Teknologi
    • Hukum
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Edukasi
    • Seputar Desa
    • Advertorial
    • E-Paper
Reading: Demokrasi yang Berdarah: Ketika Kritik Dijawab dengan Kekerasan
Share
Rasio NewsRasio News
  • Home
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Yudikatif
  • TNI – Polri
  • Seputar Desa
  • Advertorial
  • E-Paper
Search
  • Home
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • TNI – Polri
  • Yudikatif
  • Lebih
    • Bisnis
    • Teknologi
    • Hukum
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Edukasi
    • Seputar Desa
    • Advertorial
    • E-Paper
Sudah punya akun? Masuk
Follow US
Rasio News > Berita > Nasional > Demokrasi yang Berdarah: Ketika Kritik Dijawab dengan Kekerasan
Nasional

Demokrasi yang Berdarah: Ketika Kritik Dijawab dengan Kekerasan

Terakhir diperbarui: 30 Agustus 2025 13:25
Reporter Redaksi Diposting 30 Agustus 2025 69 Views
Share
IMG 20250830 WA0114
SHARE

 

Bogor,RasioNews.com – Di negeri ini, kita sering mendengar kata-kata manis tentang demokrasi dan kebebasan. Namun, apa yang terjadi ketika rakyat mencoba menyampaikan pendapat dan kritik? Apakah mereka disambut dengan senyum dan telinga yang mendengar, ataukah dengan tangan besi dan kekerasan?

Kita telah melihat bagaimana demo-demo rakyat berakhir dengan kerusuhan dan kekerasan. Kita telah melihat bagaimana aparat keamanan menggunakan kekuatan untuk membungkam suara-suara kritis. Dan kita telah melihat bagaimana nyawa-nyawa berharga melayang dalam insiden-insiden tragis.

Kematian Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online berusia 21 tahun, dalam insiden demo kemarin menjadi pengingat bagi kita semua bahwa demokrasi kita masih jauh dari ideal. Ketika kritik dan aspirasi rakyat dijawab dengan kekerasan dan darah, maka kita harus bertanya: apa yang salah dengan sistem kita?

Affan Kurniawan tewas setelah terlindas kendaraan taktis Brimob yang sedang melakukan pengamanan demo di depan Gedung DPR RI pada 28 Agustus 2025. Yang tragis, Affan bukanlah peserta demonstrasi, melainkan seorang pengemudi ojek online yang sedang menjalankan tugas profesinya. Kematian Affan memicu kemarahan dan protes dari masyarakat, terutama dari komunitas pengemudi ojek online.

Demokrasi seharusnya menjadi ruang bagi rakyat untuk menyampaikan pendapat dan kritik tanpa takut akan kekerasan. Namun, apa yang terjadi ketika kritik dijawab dengan peluru dan pentungan? Apakah ini yang kita sebut sebagai demokrasi?

Menurut Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, Pasal 1 ayat (1) menyatakan bahwa “Kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum adalah hak asasi manusia yang sangat penting dalam suatu negara demokrasi”. Namun, dalam kasus ini, tampaknya hak asasi manusia tersebut tidak dihormati, bahkan bagi mereka yang tidak terlibat dalam demonstrasi.

Baca Juga:  PERADI 1, Prof. Otto Hasibuan, S.H. Mengerahkan Kekuatan Penuh Seluruh Anggota PERADI Mencurahkan Bantuan Hukum terhadap para mantan terdakwa kasus "Vina Cirebon"

Kematian Affan bukan hanya sekedar angka statistik, tapi juga mengingatkan kita akan pentingnya menjaga hak-hak asasi manusia dan demokrasi. Kita harus memastikan bahwa kritik dan aspirasi rakyat didengar dan dihargai, bukan dijawab dengan kekerasan. Hal ini sesuai dengan Pasal 28C ayat (2) UUD 1945 yang menyatakan bahwa “Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dengan memperjuangkan hak-haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa dan negara”.

Seperti peribahasa Jawa yang mengatakan “Nglanggar Katentreman, Ngundang Kahanan” yang berarti “Melanggar ketentraman, mengundang kekacauan”. Dalam kasus ini, kekerasan yang digunakan oleh aparat keamanan hanya akan memicu kekacauan dan ketidakstabilan.

Dan seperti yang dikatakan oleh Lao Tzu, “Pemimpin yang bijak memerintah dengan kelembutan, bukan dengan kekerasan”. Dalam konteks ini, kekerasan yang digunakan oleh aparat keamanan tidaklah bijak dan hanya akan memperburuk keadaan.

Mari kita bersama-sama membangun kesadaran bahwa demokrasi bukan hanya tentang memilih pemimpin, tapi juga tentang menjaga hak-hak rakyat dan memastikan bahwa kritik dan aspirasi didengar. Jika tidak, maka demokrasi hanya akan menjadi slogan kosong tanpa makna.

“Rakyat harus memiliki kedaulatan atas negeri ini, berdasarkan konstitusi yang telah ditetapkan. Jangan pernah kalah dengan para pejabat yang tidak punya nurani. Kita harus terus menyuarakan kebenaran dan memperjuangkan hak-hak kita, demi masa depan bangsa yang lebih baik.”

Oleh Kefas Hervin Devananda (Romo Kefas), Jurnalis – Waksekjend Parkindo [Partisipasi Kristen Indonesia]

Bagikan Berita Ini
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Apa Reaksi Anda?
Suka0
Galau0
Kocak0
Terkejut0
Emosi0
BERITA SEBELUMNYA IMG 20250830 WA0008 Pemkab Batang Tegas Relokasi Pedagang di Jalan Patimura
BERITA BERIKUTNYA IMG 20250830 WA0130 Petinggi PT PEMA Diduga Bagi Bonus Jumbo Rp 4,1 M
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Silakan Pilih Rating!

- Advertisement -

Berita Populer

IMG 20260315 WA0181
Nasional
Satgas Saber Pangan Pusat dampingi Satgasda Pantau Langsung di Pasar di Bandung, Ini Temuan Lengkapnya
15 Maret 2026 38 Views
IMG 20260314 WA0415
TNI – Polri
Koramil 0820-01 Kanigaran Probolinggo dan Media Online Nasional Pena Trisula Group Gelar Kegiatan Bagi Takjil dan Buka Bersama
15 Maret 2026 36 Views
IMG 20260315 WA0170
Nasional
Ketua umum PBH merah putih Nusantara ” Geram ” mengecam keras Tindakan penyiraman air keras Andrie yunus oleh OTK
15 Maret 2026 36 Views
IMG 20260315 WA0169
Nasional
DePA-RI Kecam Keras Serangan Terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus, Ancaman Serius Bagi Negara Hukum
15 Maret 2026 35 Views
IMG 20260316 WA0048
Nasional
BUKBER DAN FGD Komenwa Indonesia & Pramarin: “Membangun Negeri Dengan Mengutamakan Produk Dalam Negeri”
16 Maret 2026 31 Views
IMG 20260315 WA0300
Nasional
Baksos Rutin Tahunan, MPC PP Kota Bekasi Gelar Acara Berbagi Seribu Takjil Gratis dan Santunan Anak Yatim
16 Maret 2026 29 Views
Jasa Pembuatan Website Berita
Jasa Website Jogja
Jasa Backdrop Event Jogja
Jasa Backdrop Jogja

Pendidikan

Dra. Hj. Yeni Anita Susila M.Pd Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon , mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah/ 2026
19 Maret 2026 15 Views
Dr. Wahyudi Iskandar, S.STP.,M.Si Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah/ 2026
19 Maret 2026 18 Views
Wisuda 80 Pelajar, Program Kelas Bahasa Inggris PEP Sangasanga Field Siap Berlanjut ke Batch 2
16 Maret 2026 28 Views
Skandal “Papan Tulis Sultan” di Kota Tangerang: Dugaan Mark-Up Rp55 Miliar Menguap di Dinas Pendidikan?
27 Februari 2026 77 Views
Dra. Hj. Yeni Anita Susila M.Pd., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cilegon beserta Staf, Ucapkan Selamat Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H
16 Februari 2026 71 Views

Seputar Desa

IMG 20260219 WA0190
Puluhan Juta per Desa, Mesin Mati Total: Ada Apa dengan Dana Desa 2021?
19 Februari 2026 73 Views
IMG 20260218 WA0209
Ketua BPD Waringin kurung”inisial”S N ) Diduga Rangkap Jabatan PNS, Publik Desak Penegakan Aturan
18 Februari 2026 82 Views
Jaga Sumber Air Pegunungan, Harun Abdul Khafizh Dukung Penghijauan Trajumas
22 Desember 2025 161 Views
img 1763207046807
Pekerjaan Dana Desa Cirebon Baru Di Duga Jadi Ajang Korupsi?
15 November 2025 300 Views
IMG 20251114 WA0033
 “Warga Cibatu Geram: Alih Fungsi Lapangan Sepak Bola Diduga Sarat Pemalsuan dan Penyalahgunaan Wewenang”
14 November 2025 278 Views

Artikel Terkait:

IMG 20250602 162542
Nasional

JAM-Pidmil Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2025 Kejaksaan Agung

2 Juni 2025 115 Views
IMG 20240314 WA0065
NasionalTNI – Polri

Kunjungi Korban Banjir di Pekalongan, Kapolda Jawa Tengah Berikan Bantuan

15 Maret 2024 1.1k Views
IMG 20251121 WA0010
Nasional

LSM Bungoeng Lam Jaroe, Minta Mendagri Tidak Perpanjang P3K Dr SM, Karena Diduga Menjadi Warga Binaan Di Lapas Langsa

21 November 2025 53 Views

Cerita dari Desa Hargorejo, Objek Reforma Agraria yang Menumbuhkan Harapan Warga Kulon Progo

12 November 2025 48 Views
Rasio News
  • rasionews25@gmail.com
  • 0813-2345-7193
  • 0817717715
  • Berita
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • TNI – Polri
  • Yudikatif
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Edukasi
  • Seputar Desa
  • Advertorial
  • E-Paper
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Reading: Demokrasi yang Berdarah: Ketika Kritik Dijawab dengan Kekerasan
Share
Copyright © 2023 PT. Rafa Canasha Media
Selamat Datang di RasioNews.com!

Masuk ke Akun Anda